KEPAHIANG, BE - DPO Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang, Ridwan Marzuki (55), warga Nusa Indah, Kota Bengkulu yang berhasil ditangkap Satuan Tugas (Satgas) Kejaksaan Agung (Kejagung) beberapa waktu lalu, kemarin (20/6) resmi menjadi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Curup. Menariknya, meski Ridwan yang merupakan terpidana kasus korupsi proyek air bersih pedesaan itu sudah melakukan percobaan melarikan diri, pihak Kejari Kepahiang tidak akan menambah hukumannya. \"Terpidana tetap menjalani hukuman sesuai dengan dengan kasasi yang dikeluarkan MA. Yang berarti tidak ada penambahan hukuman pada terpidana yang ketika akan dieksekusi malah menghilang,\" ujar Kajari Kepahiang Usman SH MH melalui Kasi Pidum, Dodi Junaidi SH. Pantauan wartawan koran ini, pasca dijemput dari Kejagung di Jakarta, terpidana (Ridwan, red) sempat di bawa terlebih dahulu ke Kejari Kepahiang. Ia tiba di kantor Kejari Kepahiang sekitar pukul 21.30 WIB Rabu (19/6). Penjemputan langsung dilakukan Kasi Pidum, Dodi Junaidi SH dan Kasi Intel Kejari Kepahiang, Rudolf TP Simanjuntak SH. Setelah itu terpidana yang telah menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 150 juta dibawa ke Lapas Curup. Dodi menambahkan, setelah sempat melengkapi administrasi, terpidana langsung dibawa ke Lapas Curup dan menjadi salah satu penghuni di Lapas tersebut. \"Dengan begitu terpidana bisa segera menjalani hukuman atas tindakan yang telah dilakukannya, dimana hukuman yang harus dijalani terpidana sesuai dengan kasasi Mahkamah Agung (MA) No 1744/Pid-Sus/2012 tertanggal 13 Maret 2012,\" ungkap Dodi. Sekedar mengingatkan, terpidana yang buron lebih dari sebulan berhasil ditangkap Satgas Kejagung Selasa (18/6) sekitar pukul 19.00 WIB di Desa Bantarwaru, Indramayu, Jawa Barat. Terpidana merupakan kontraktor yang menjabat sebagai Wakil Direktur CV Alkana dalam proyek air bersih pedesaan di Kabupaten Kepahiang dengan total anggaran senilai Rp 3,089 Miliar. Dalam proyek itu terjadi tindak pidana korupsi sehingga menyebabkan kerugian negara hingga Rp 150 miliar. Sesuai dengan kasasi MA, terpidana divonis 1 tahun 2 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 1 bulan kurungan penjara. Ridwan juga mendapat pidana tambahan berupa pembayaran uang senilai Rp 105, 7 juta, jika tidak dibayar dalam waktu satu bulan setelah kasasi turun maka Kejari berhak menyita harta bendanya.(505)
Hukuman Ridwan Tidak Ditambah
Jumat 21-06-2013,13:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-11-2026,14:30 WIB
Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan Terbaru 2026, Siapkan Dokumen Ini
Jumat 06-11-2026,17:36 WIB
SDN 77 Padang Serai Overload, Warga dan DPRD Sepakat Usulkan Pendirian Sekolah Baru
Jumat 06-11-2026,15:10 WIB
Studi Zurich Ungkap 88 Persen Pekerja Tangguh Punya Kinerja Lebih Baik
Jumat 06-11-2026,11:32 WIB
Polresta Bengkulu Gandeng 10 LPKS, Bhabinkamtibmas Bakal Bantu Jaring Peserta Pelatihan Kerja
Jumat 06-11-2026,14:55 WIB
25,16 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Gratis, Pemerintah Siapkan Saldo Rp50 Ribu
Terkini
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Oppo Find X10 Segera Hadir di Indonesia, Ini Bocoran Spesifikasi dan Keunggulannya\!
Jumat 06-11-2026,21:11 WIB