BINTUHAN,BE- Tim pencari fakta KPU Provinsi turun ke Kabupaten Kaur untuk menyikapi persoalan perekrutan calon anggota KPUD Kaur, membuat tim Seleksi (Timsel) Kaur ketar ketir. Tim pencari fakta ini dipimpin oleh Yurhin SSos dan dua rekanya akan melakukan pertemuan dua kubu timsel, yakni kubu Malyadi SSos dan Kubu Kamal Abbas. Karena dua kubu tersebut sudah menetapkan 10 besar calon anggota KPUD Kaur masing-masing. \"Dari sana kita bisa melihat apakah sesuai atau tidak dengan aturan, baik kubur Malayadi dan kubu Kamal,\" ujar Tim pencari fakta KPU Provinsi Yurhin SSos, kemarin. Dokumen yang paling penting, kata Yurhin, yakni apakah mereka melaksanakan tahapan sesuai mekanisme atau tidak. Jika tahapan tidak menjadi masalah, biasanya mekanisme yang menjadi kesalahan fatal. Oleh karena itu pihaknya akan melihat semua kronologis, mulai dari tahapan-tahapan yang telah dilaksanakan. \"Disana akan diketahui apa persoalan dari tahapan-tahapan tersebut, namun untuk sekarang kita belum melakukanya, karena belum ketemu dengan dua kubu tersebut,\" jelasnya. Sebelumnya KPU Provinsi sudah melihat bahwa dua versi 10 besar pengumun calon anggota sangat mencolok. Pada kubu Ketua Timsel Malyadi SSos bersama Sasmadi SPd dan Aprin Junaidi SPd menetapkan 10 nama untuk dikirim ke KPU Provinsi, antara lain Siradjudin, Titin Sumarni, Subsiberyadi, Radius, Okman Syafei, Marlistin Astuti, Karyodi, Inyo Bahuan Hutagalung, Gunawan Ishak dan Didi Iswandi. Sementara kubu Drs H Kamal Abbas dan Marzulismi ST memiliki nama-nama sendiri yang berbeda dari kubu Malyadi, antara lain Apen Ardiansyah, Burlian, Citra Bastian. Darisman, Edwin Aldain, Helman Hadi, Hendri Dunan, Sardan, Sulaiman Rasyid dan Ujang Johardi. \"Dari dokumen itulah mereka akan kita temukan, darimana mereka bisa menetapkan dua versi tersebut, apakah pleno benar-benar dilaksanakan dengan baik. Kita akan mendalaminya selama tiga hari ini,\" jelasnya. Disisi lain, Ketua DPC Hanura H Sunohdi SE, mengatakan sekarang tim pencari fakta harus melihat, bahwa timsel itu tidak melanggar tahapan. Namun Timsel melanggar mekanisem. Seperti kubu Malyadi masih meluluskan yang terlibat partai yakni Titin Sumarni karena belum 5 tahun masa penguduranya di PDIP. dan Okman Syafii dan Didi Iaswandi tidak disarankan untuk diluluskan. \"Sekarang KPU provinsi yang harus mengambil alih persoalan tersebut, sedangkan timsel hanya sekedar koordinasi saja. Hak penuh ada di KPU provinsi,\" jelasnya.(823)
Tim Pencari Fakta Turun
Rabu 19-06-2013,17:17 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 29-10-2026,11:45 WIB
Tragedi Kereta Cepat di Spanyol: 68 Orang Tewas, Ratusan Lainnya Terluka
Kamis 29-10-2026,11:23 WIB
Setahun Sekolah Rakyat, 44 Ribu Anak Nikmati Pendidikan Gratis, Gus Ipul Terharu
Kamis 29-10-2026,11:12 WIB
6 Pantangan Weton Jumat Kliwon Menurut Primbon Jawa, Ini 4 Hari yang Dipercaya Naas
Kamis 29-10-2026,10:36 WIB
Mengenal Harm Reduction, Pendekatan Pemulihan Adiksi Tanpa Harus Berhenti Total
Kamis 29-10-2026,11:07 WIB
dr. Zaidul Akbar Ungkap 3 Makanan Pemicu Perut Buncit, Kolesterol Tinggi dan Asam Urat
Terkini
Kamis 29-10-2026,19:05 WIB
Sekolah Rakyat Mukomuko Ditargetkan Terima Siswa Perdana Juli 2027
Kamis 29-10-2026,19:02 WIB
Pemkot Bengkulu Perkuat Sinergi OPD, Targetkan Layanan PAUD HI Terpenuhi pada 2027
Kamis 29-10-2026,18:58 WIB
Tak Tunggu Tahapan Pemilu, KPU Mukomuko Benahi Data Pemilih Sejak Dini
Kamis 29-10-2026,18:54 WIB
Program Bengkulu-ku Terang Benderang, Dishub Catat 1.948 Realisasi Lampu Jalan Sepanjang 2026
Kamis 29-10-2026,18:51 WIB