KOTA BINTUHAN, BE- Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaur telah merekomendasikan galian C yang berada di dua Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk dicabut. Mengingat wilayah DAS tidak boleh dilakukan untuk penambangan Galian C, yang mengakibatkan pengikisan sungai dan lingkungan sekitarnya. Dua DAS tersebut yakni DAS Sungai Nasal dan DAS sungai Padang Guci. Dua DAS ini sudah dikirim ke Balai Sumatra VII Palembang agar bisa menindak jika ada Galian C yang ada disana. \"Kita sudah membuat surat rekomendasi bahwa dua DAS tidak boleh untuk lokasi penambangan, jikapun ada Galian C yang ada di dua lokasi tersebut maka akan direkomendasikan dicabut,\" ujar Kadis PU Kaur Jon Harimol Ssos melalui Sekretaris PU Lawi Amru Ssos didampingi Kabid Pengairan Yuhardi ST, kemarin. Dikatakanya, DAS yang ada di dua lokasi tersebut sekarang sudah cukup memprinhatinkan, khususnya sungai Nasal. Akibat adanya Galian C banyak lingkungan yang rusak, diantaranya pengikisan sungai Nasal, sawah rusak, irigasi bangunan PU Provinsi ikut hancur, akibat Galian C tersebut. Sehingga PU Kaur sudah melihat kondisi dilapangan maka hal ini langsung dilaporkan ke Balai Sumatera VII untuk ditindaklanjuti. \"Izin atau tidak ada izin Galian C yang ada disana (sungai Nasal) kita rekomenmdasikan ke Balai Sumatera VII untuk dicabut, namun pencabutanya nantinya diserahkan kepada balai tersebut. Karena Balai yang menangani wilayah DAS, \"jelasnya. Dijelaskanya, larangan penambangan di wilayah DAS diatur dalam UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Pada pasal 38 ayat 4 UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dinyatakan bahwa pada kawasan hutan lindung dilarang melakukan penambangan dengan pola pertambangan terbuka. Kemudian dalam suatu sistem daerah aliran sungai (DAS) kerusakan di hulu akan mengakibatkan bencana di daerah hilirnya. Artinya jika kondisi DAS rusak maka di daerah tersebut kurang mampu menampung dan menyimpan air. \"Makanya jika ini dibiarkan mengakibatkan terjadinya bencana banjir jika datang musim penghujan, dan akan terjadi kekeringan jika datang musim kemarau. Kejadian tersebut akan semakin sering dan semakin parah terjadinya, jika kondisi DAS makin rusak,\" jelasnya.(823)
Galian C Rusak DAS
Selasa 18-06-2013,19:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 27-10-2026,10:02 WIB
Mengenal AQILA, Panduan Orang Tua Memilih Air Minum yang Tepat untuk Anak
Selasa 27-10-2026,11:03 WIB
Nelayan Kecil Masih Terjebak Kemiskinan, KNTI Soroti Program Kampung Nelayan Merah Putih
Selasa 27-10-2026,14:08 WIB
DWP Bengkulu Dikukuhkan, Herwan Antoni Dorong Program Nyata untuk Perempuan dan Keluarga
Selasa 27-10-2026,09:57 WIB
Waspada Perlengketan Usus, Bisa Picu Nyeri Perut hingga Gangguan Saluran Kemih
Selasa 27-10-2026,10:54 WIB
10 Prodi Vokasi Paling Diminati di SNBP 2026, Cek Pendaftar dan Daya Tampungnya!
Terkini
Selasa 27-10-2026,14:14 WIB
Pemkot Bengkulu Kebut Penataan Eks Mess Pemprov, Tahap Pertama Ditargetkan Selesai Akhir 2026
Selasa 27-10-2026,14:08 WIB
DWP Bengkulu Dikukuhkan, Herwan Antoni Dorong Program Nyata untuk Perempuan dan Keluarga
Selasa 27-10-2026,14:03 WIB
Warga Kaur Diduga Edarkan 2 Kg Ganja di Bengkulu, Polisi Temukan Sabu di Kamar Kos
Selasa 27-10-2026,13:56 WIB
Pelindo Ingatkan Warga, Jalan Line 1 Pulau Baai Bukan Tempat Buang Sampah
Selasa 27-10-2026,13:53 WIB