BENGKULU, BE - Kebiasaan para petani menjual buah sawit yang masih mentah karena mengejar target, meskipun dijual dengan harga lebih murah, ke depannya tidak bisa lagi dilakukan. Sebab pihak perusahaan pabrik CPO (Crude Palm Oil) atau minyak kelapa sawit menolak untuk membelinya. \"Larangan ini untuk menghindari kerugian petani,\" kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Ir. Ricky Gunarwan kepada wartawan. Dia mengimbau agar petani Bengkulu menjual sawit yang benar-benar matang, karena perusahaan menolak sawit mentah. Keputusan ini diambil dari hasil rapat penetapan harga TBS. \"Bagi petani yang ingin menjual buah sawit (tandan buah segar) harus masak, sebab buah mentah rendemennya sangat rendah dan kandungan minyaknya sama sekali tidak ada, perusahaan jadi merugi, sehingga sawit yang dijual harus masak,\" kata Ricky. Apalagi saat ini harga TBS di tingkat petani terus beranjak naik dan saat ini mencapai Rp 1.104 perkilonya, sedangkan ditingkat perusahaan mencapai Rp 1.300 perkilo. Jika petani menjual sawit yang masih mentah akan dipotong 45 persen dari harga, begitu juga yang terlalu masak ataupun lebih dari 24 jam. \"Harga relatif stabil, perusahaan diberi toleransi 5 persen dari harga yang ditetapkan, jika lebih dari itu diberi sanksi,\" tambahnya. Sementara itu, berdasarkan hasil kajian rendemen buah sawit yang dilakukan lima tahun sekali, yang berdasarkan kajian PT pusat penelitian di Medan, pemerintah menetapkan harga TBS perangko pabrik. Dengan artian harga di tingkat petani tidak bisa dihitung. Hasil kajian ini akan di SK-kan dengan keputusan Gubernur. Keputusan ini dilakukan guna meningkatkan mutu sawit petani. \"Dari hasil keputusan rapat sudah bisa dijalankan, hanya tinggal menunggu persetujuan dari Gubernur saja,\" pungkasnya. (100)
Dilarang Jual Sawit Mentah
Jumat 07-06-2013,12:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 08-10-2026,10:20 WIB
Dr Tirta Ungkap Cara Naikkan Berat Badan Sehat, Ternyata Bukan Sekadar Banyak Makan
Kamis 08-10-2026,10:04 WIB
Tak Banyak yang Tahu, Plasma Darah Ternyata Jadi Bahan Baku Obat Hemofilia
Kamis 08-10-2026,09:58 WIB
Kasus Pencabulan Anak 5 Tahun Berujung Vonis Bebas, Ibu Korban Pertanyakan Keadilan
Kamis 08-10-2026,09:49 WIB
IHSG Terjun ke 6.146, Lonjakan Harga Minyak Jadi Pemicu
Kamis 08-10-2026,10:34 WIB
S1 Jurnalistik FISIP UNIB Gelar Seminar Nasional, Bahas Masa Depan Jurnalisme di Era AI
Terkini
Kamis 08-10-2026,15:23 WIB
Wali Kota Dedy Wahyudi Minta Pegawai Perumda Tirta Hidayah Solid dan Hindari Utang Berlebihan
Kamis 08-10-2026,15:19 WIB
Kinerja 1.875 PPPK Paruh Waktu Mukomuko Dievaluasi, Hasilnya Jadi Dasar Perpanjangan Masa Kerja
Kamis 08-10-2026,15:03 WIB
Dua Lahan Eks-HGU dan Satu Kawasan Hutan Dibahas dalam Rapat Reforma Agraria Mukomuko
Kamis 08-10-2026,13:50 WIB
Baru 38 Persen Jukir Perpanjang SPT, Bapenda Kota Bengkulu Beri Tenggat hingga 10 Oktober
Kamis 08-10-2026,13:15 WIB