KEPAHIANG, BE – Masalah ketidakjelasan tapal batas antar beberapa desa dalam wilayah Kabupaten Kepahiang menjadi kendala dalam realisasi program nasional (prona) dan redistribusi yang dibiayai dana APBN. Hal ini diakui Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepahiang, upryadi BR A Ptnh, kemarin. \"Dari total 2900 bidang sertifikat prona dan redistribusi yang diperuntukkan bagi kabupaten Kepahiang tahun ini, hingga sekarang yang sudah pada tahap pengukuran mencapai 1472 bidang. Memang dalam realisasi banyak kendala yang kita hadapi, tetapi yang paling mencolok yakni dengan belum adanya kejelasan tapal batas antara beberapa desa. Kendala itu sendiri ditemui pada saat petugas melakukan kita pengukuran lahan masyarakat,\" ungkap Supryadi. Dikatakannya, bahkan saat ini ada disalah satu desa, akibat kendala itu petugas sempat dicegat atau dihambat masyarakat untuk tidak melakukan pengukuran. Soal tapal batas tersebut terjadi diantaranya desa Batu Bandung dengan Sosokan Baru. \"Selain itu Air Selimang dengan Benuang Galing dan Air Hitam dengan Tanjung Alam. Pada saat dihambat, masyarakat beralasan karena lahan yang diukur tidak tau masuk wilayah desa yang mana,\" terangnya. Disisi lain, Supryadi menjelaskan, hingga saat ini realisasi prona dan redistribusi itu sendiri sudah mencapai 40 persen dari target yang diperuntukkan bagi kabupaten Kepahiang. Hingga akhir bulan ini kemungkinan besar 50 persen terselesaikan. \"Sesuai dengan keputusan BPN pusat, kita sudah harus merampungkan 40 persen sertifikat dari target keseluruhan. Artinya hingga bulan ini terget tersebut akan kita lewati,\" kata Supryadi. Lebih jauh dikatakannya, meskipun demikian pihaknya berharap dan menghimbau kepada Pemerintahan Desa terutama Kepala Desa untuk segera menyerahkan persyaratan yang diperlukan dalam pembuatan sertifikat prona ini. \"Sejauh ini memang setiap desa sudah menyerahkan persyaratan seperti ketentuan yang berlaku. Hanya saja dalam perjalanannya masih ada beberapa desa yang mengalami kekurangan, untuk itu kita meminta agar segera dilengkapi,\" tandasnya. (505)
Prona dan Redistribusi Terkendala Batas Desa
Selasa 04-06-2013,15:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-11-2026,14:30 WIB
Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan Terbaru 2026, Siapkan Dokumen Ini
Jumat 06-11-2026,17:36 WIB
SDN 77 Padang Serai Overload, Warga dan DPRD Sepakat Usulkan Pendirian Sekolah Baru
Jumat 06-11-2026,15:10 WIB
Studi Zurich Ungkap 88 Persen Pekerja Tangguh Punya Kinerja Lebih Baik
Jumat 06-11-2026,14:55 WIB
25,16 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Gratis, Pemerintah Siapkan Saldo Rp50 Ribu
Jumat 06-11-2026,14:59 WIB
Penasaran iPhone Sedang Disadap? Kenali Tandanya Lewat 3 Kode Ini
Terkini
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB
Tinjau Pembangunan TPS 3R di Harapan Makmur, Erna Sari Dewi Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Sumber PADes
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,12:29 WIB
Taekwondo Mukomuko Raih Enam Medali Perunggu di POPDA 2026
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB