TAIS , BE- Razia rutin yang dilakukan Polisi Kehutanan (Polhut) Seluma ke kawasan hutan lindung (HL) di di wilayah Ulu Talo, mendapati kenyataan masalah perambahan hutan masih marak. Sebagai bukti nyata, kayu sitaan yang dilelang sebanyak 23 meter kubik beberapa waktu lalu kayu dari kawasan HL Ulu Talo. Dikatakan Kepala Dinas Kehutanan Seluma, Drs Simarin MPd, hingga kini anggota Polhut juga masih melihat perambah yang menebangi hutan. Namun karena sulitnya medan dan jauhnya lokasi tersebut, sehingga Polhut belum bisa mengatasi masalah itu. “Dari hasil cek ke lapangan, kita masih mendapati sejumlah lokasi yang ada aktivitas penebangan ilegal. Namun kita hanya menunggu penebang membawa hasil ke luar,” katanya. Dijelaskannya, ke depan ini pihaknya mengharapkan adanya laporan dari warga yang mendapati warga lainnya yang melakukan aktifitas penebangan di kawasan hutan lindung. Serta sejumlah titik kawasan hutan lindung yang ada telah banyak di tebang warga dan pendatang lainnya. Termasuk mereka yang melakukan aktifitas bertanam dan membuka lahan baru. “Sejumlah laporan telah ada di beberapa titik. Namun hanya terkendala tenaga dan medan tempuh yang cukup sulit, maka kita hanya bisa menunggu laporan saja,” terangnyab
Perambahan Hutan Masih Marak
Senin 03-06-2013,21:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-07-2026,10:33 WIB
Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
Rabu 01-07-2026,10:37 WIB
Wujudkan Karyawan Sehat, Perusahaan Hebat: Astra Motor Bengkulu Gelar Seminar Kesehatan
Rabu 01-07-2026,10:29 WIB
Terus Bertumbuh, Bengkel Binaan Yayasan AHM Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Rabu 01-07-2026,13:59 WIB
Diguyur Hujan, Upacara Hari Bhayangkara di Polres Mukomuko Tetap Khidmat
Terkini
Rabu 01-07-2026,17:42 WIB
Press Gathering Vario Evo 160 Digelar di Bengkulu, Tawarkan Desain Sporty dan Performa Lebih Bertenaga
Rabu 01-07-2026,17:00 WIB
Pulau Baai Belum Berdampak Signifikan bagi Ekonomi, DPRD Desak Pelindo Ambil Langkah Nyata
Rabu 01-07-2026,16:57 WIB
Pengerukan Pulau Baai Terancam Buntu, Pelindo Dibayangi Risiko Hukum Usai Inpres Berakhir
Rabu 01-07-2026,14:18 WIB