JAKARTA - Dialog pamungkas antara pusat dengan pihak Aceh yang digelar Kamis (23/5) di Bogor benar-benar mentok, tidak ada kesepakatan substansial terkait Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera Aceh yang bentuknya sama persis dengan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu.
Sumber koran ini menyebutkan, dialog hanya menyepakati bahwa proses dialog belum kelar dan waktunya diperpanjang 90 hari, digelar lagi usai lebaran.
Nah, menanggapi mentoknya dialog tersebut, pengamat politik dan konflik dari Universitas Esa Unggul, Jakarta, Prof DR Erman Anom, mengingatkan pemerintah pusat, agar usai lebaran nanti, begitu dialog dibuka lagi, agar menyetujui saja benbera Aceh seperti diatur Qanun dimaksud.
Menurut pria kelahiran Arun yang intens mengikuti dinamika politik di Aceh ini, jika pusat tetap ngotot menolak bendera Aceh, maka Aceh akan menggelar referendum, minta pendapat rakyat, setuju atau tidak dengan bendera itu.
Erman mengatakan, jika referendum digelar, maka terbuka peluang Aceh untuk merdeka. Pasalnya, referendum soal bendera, begitu mudah didomplengi jajak pendapat rakyat Aceh soal pilihan; merdeka atau tetap dalam NKRI.
\"Jika sampai referendum, maka akan menjadi liar, Aceh bisa langsung merdeka dan para elit di sana, terutama dari Partai Aceh, dengan enak bilang, \"ini rakyat yang minta\". Jadi saya ingatkan pusat, cegah jangan sampai referendum. Caranya, setujui saja bendera Aceh itu,\" kata Erman Anom kepada JPNN di Jakarta, kemarin (26/5).
Erman juga mengaku, sudah menyampaikan pendapatnya itu ke pihak pemerintah, melalui jalur-jalur khusus yang bisa mengakses ke tim dialog pusat.
Disarankan pula, di masa cooling down, hingga lebaran, secara informal pusat dan Aceh harus tetap menjalin komunikasi untuk menyamakan persepsi dan membangun rasa saling percaya.
\"Saya lihat Aceh sudah percaya dengan pusat. Tapi pusat belum percaya sama Aceh,\" ujar dia.
Dikatakan pula, semakin panjang dan lama proses dialog, maka Partai Aceh yang akan memetik keuntungan politik. \"Di mata rakyat Aceh, Partai Aceh berjuang untuk bendera Aceh. Ini mendekati 2014. Semakin lama prosesnya, itu yang diharapkan Partai Aceh,\" pungkas Erman. (sam/jpnn)
Referendum Buka Peluang Aceh Merdeka
Senin 27-05-2013,08:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 11-06-2026,10:02 WIB
Polres Bengkulu Selatan Masih Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Pantai Pasar Bawah
Kamis 11-06-2026,12:18 WIB
Perkuat Komitmen Antikorupsi Saat SPMB, Pemkot Bengkulu Minta Kepsek Jauhi Pungli dan Gratifikasi
Kamis 11-06-2026,11:46 WIB
Danau Dendam Tak Sudah Disulap Jadi Ikon Wisata Baru Bengkulu, Pemprov Mulai Penataan Kawasan
Kamis 11-06-2026,15:51 WIB
Gubernur Helmi Hadiri Pemakaman Orangtua Bupati Seluma dan Senator Destita
Kamis 11-06-2026,21:05 WIB
Implementasi Kerja Sama, Ketua Prodi Jurnalistik FISIP UNIB Jadi Narasumber Seminar Internasional
Terkini
Kamis 11-06-2026,21:05 WIB
Implementasi Kerja Sama, Ketua Prodi Jurnalistik FISIP UNIB Jadi Narasumber Seminar Internasional
Kamis 11-06-2026,16:10 WIB
Astra Motor Bengkulu Ajak Siswa Sekolah Binaan Berkarya Lewat Konten Sustainable Living Saat Libur Sekolah
Kamis 11-06-2026,15:51 WIB
Gubernur Helmi Hadiri Pemakaman Orangtua Bupati Seluma dan Senator Destita
Kamis 11-06-2026,15:45 WIB
Orangtua Senator Destita dan Bupati Seluma Tutup Usia, Dimakamkan di Kampung Halaman Desa Kembang Mumpo
Kamis 11-06-2026,15:15 WIB