KEPAHIANG, BE –Tiga orang tersangka korupsi dana stimulus fiskal proyek irigasi di kawasan Balai Benih Ikan (BBI) Air Penebat Langkap Desa Peraduan Binjai Kecamatan Tebat Karai, Kepahiang senilai Rp 581 juta tahun anggaran 2009, sementara dapat bernafas lega. Walau dalam kasus ini, diduga ikut merugikan negara Rp 109 juta, penyidik Unit Tipikor Polres Kepahiang tak melakukan penahanan. Masing-masing tersangka, yakni Nurhadi (43) konsultan pengawas, Syafuan (57) Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Abdul Razak (43) selaku kontraktor. Selain itu, satu orang tersangka lagi juga telah ditetapkan, almarhum IsImam Supardi. \"Walau keduanya telah ditetapkan sebagai tsk (tersangka, red), mereka tidak kita tahan. Karena keduanya kooperatif,\" kata Kasat Reskrim AKP, S Hidayat Hutasuhut SH, kemarin. Dikatakannya, perlakuan yang sama juga diberikan kepada dua tersangka yang telah lebih dulu ditetapkan. Yakni SN (57) selaku Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) dan AR (43) selaku kontraktor dalam kegiatan rehabilitasi saluran irigasi itu. \"Yang jelas penahanan memang tidak kita lakukan, meskipun demikian total 4 tersangka akan tetap mempertanggungjawabkan perbuatan yang telah dilakukannya sesuai aturan yang berlaku di negara kita ini,\" tegas Kasat Reskrim. Dijelaskannya, penetapan tsk terhadap dua konsultan pengawas dari CV Arsindo Konsultan dengan Nurhadi selaku direktur dan almarhum Imam Supardi selaku kuasa direktur, merupakan pengembangan pasca ditetapkannya dua tersangka Syafuann dan Abdul Razak oleh tim penyidik. \"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu tsk Nurhadi dan Imam Supardi dijerat pasal 2, 3 dan 9 Undang-Undang (UU) No 20 tahun 2001 jo UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi (Tipikor), dengan ancaman kurungan penjaran maksimal 20 tahun,\" jelasnya. Untuk diketahui, dugaan penyimpangan dana stimulus fiskal tersebut terjadi dalam kegiatan rehabilitasi saluran irigasi tersebut menguras dana dana senilai Rp 581 juta. Hanya saja berdasarkan audit BPK RI dalam proyek itu terjadi kekurangan volume sebesar 126,50 meter kubik dari total volume, sehingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 109 juta. (505)
Tersangka Korupsi Tak Ditahan
Senin 20-05-2013,16:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-11-2026,17:36 WIB
SDN 77 Padang Serai Overload, Warga dan DPRD Sepakat Usulkan Pendirian Sekolah Baru
Jumat 06-11-2026,21:11 WIB
Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Ditahan di Mako Brimob, SU Masih Belum Ditahan
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Jumat 06-11-2026,18:17 WIB
Seleksi Petugas Haji Daerah 2027: Syarat dan Jadwal Lengkap
Terkini
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB
Tinjau Pembangunan TPS 3R di Harapan Makmur, Erna Sari Dewi Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Sumber PADes
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,12:29 WIB
Taekwondo Mukomuko Raih Enam Medali Perunggu di POPDA 2026
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB