SUKARAJA, BE- Untuk kesekian kalinya ular jenis phyton kembali gegerkan warga seluma, kali ini menghebohkan warga Desa Niur Kecamatan Sukaraja pada jumat siang pukul 15.00 WIB dengan panjang 3,5 Meter yang diduga telah menelan seekor babi hutan. “kami mendapati ular ini telah tidak bergerak lagi di perkebunan sawit milik warga dan disangka telah mati, namun saat didekat ular ini masih hidup,” ujar Adi Siswanto warga Desa Niur. Diterangkannya, ular ini ditemukannya setelah akan pulang dari kebun sawit miliknya. Namun belum sampai di halaman rumah, berjarak 200 meter saksi mendapati ular ini sesudah melahap seekor babi hutan. Dan telah tidak bisa bergerah melainkan telah keberatan. Tak ayal mendapati akan hal ini, Saksi pun langsung memberitahu kepada warga lainnya akan temuan ini.Tanpa seketika menjadi tontonan warga sekitar. “Beruntung cepat diketahui jika tidak ular ini telah masuk keperkampungan dan menelan korban jiwa pula,” terangnya. Namun dari keterangan saksi lainnya, hingga saat ini sejumlah warga belum tahu akan dipergunakan untuk apa ular ini, tidak menutup kemungkinan akan dijual kepada tengkulak ular yang biasa mencari hewan melata seperti ular ini. “Ya jika tidak akan kami jual saja kepada tengkulak yang biasa mencari hewan melata ini,” terangnya. (333)
Ular Piton Gegerkan Warga
Sabtu 18-05-2013,19:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-07-2026,10:33 WIB
Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
Rabu 01-07-2026,10:37 WIB
Wujudkan Karyawan Sehat, Perusahaan Hebat: Astra Motor Bengkulu Gelar Seminar Kesehatan
Rabu 01-07-2026,13:54 WIB
Saksi A De Charge Ungkap Keluarga Mengetahui Pengakuan Latifa Mengambil Uang Perusahaan
Terkini
Rabu 01-07-2026,17:42 WIB
Press Gathering Vario Evo 160 Digelar di Bengkulu, Tawarkan Desain Sporty dan Performa Lebih Bertenaga
Rabu 01-07-2026,17:00 WIB
Pulau Baai Belum Berdampak Signifikan bagi Ekonomi, DPRD Desak Pelindo Ambil Langkah Nyata
Rabu 01-07-2026,16:57 WIB
Pengerukan Pulau Baai Terancam Buntu, Pelindo Dibayangi Risiko Hukum Usai Inpres Berakhir
Rabu 01-07-2026,14:18 WIB