Komisi Pemberantasan Korupsi memburu Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara. Perburuan itu terkait operasi tangkap tangan KPK dalam tindak pidana penyuapan yang diduga dilakukan seorang pengusaha berinisial S untuk mendapatkan proyek dana Bantuan Daerah Bawahan di Kabupaten Mandailing Natal. Wakil Ketua KPK Zulkarnain mengungkapkan, KPK masih terus memburu Hidayat. Menurut Zulkarnain, hingga Selasa (14/5) pukul 21.00, KPK masih belum menangkap Hidayat. KPK baru menangkap pengusaha berinisial S yang diduga menyuap Bupati Mandailing Natal. ”Tim masih berada di lapangan,” kata Zulkarnain di Jakarta, semalam. Menurut dia, suap-menyuap ini terkait dengan pemenangan proyek dana Bantuan Daerah Bawahan di Kabupaten Mandailing Natal. ”Ini terkait proyek dana Bantuan Daerah Bawahan,” kata Zulkarnain. Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengakui, KPK memang melakukan operasi tangkap tangan di Sumatera Utara. ”Memang ada operasi tangkap tangan di wilayah Sumatera Utara yang berkaitan dengan penyelenggara negara yang diduga menerima sesuatu,” kata Johan. Menurut Johan, sejumlah orang yang diduga terkait tindak pidana korupsi berupa penyuapan telah diamankan. ”Ada lebih dari satu yang sudah diamankan. Mereka kini dititipkan penyidik KPK di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara,” ujarnya. Kemungkinan besar, karena operasi tangkap tangan masih terus dilanjutkan, mereka yang diduga terlibat dalam suap-menyuap tersebut bakal ditahan dulu di Medan. Pihak-pihak yang diduga terlibat, kata Johan, belum akan dibawa ke Jakarta. Geledah rumah Penyidik KPK pun menggeledah rumah Hidayat Batubara di Medan, Sumatera Utara, Selasa sejak pukul 10.00 hingga 19.00. Ada enam penyidik KPK ditemani beberapa polisi dari Kepolisian Sektor Medan Baru memasuki rumah Hidayat di Jalan Sei Asahan Nomor 76 Medan. Rumah tersebut dipagari tembok setinggi 3 meter dan pintu gerbang yang nyaris tak bercelah. Selama masa penggeledahan, beberapa penyidik KPK dan polisi keluar masuk rumah. Namun, mereka enggan memberikan informasi mengenai penggeledahan tersebut. ”Nanti tanya saja sama Bang Johan (Juru Bicara KPK). Ke Bang Johan saja,” ujar seorang penyidik saat ditanya wartawan. Sekitar pukul 17.00, seorang polisi menjemput Kepala Lingkungan I, Usman (65). Dia dibawa masuk ke rumah Hidayat. Pukul 19.00, dua mobil memasuki pekarangan rumah Hidayat yang gelap. Pintu gerbang lantas ditutup penjaga. Sekitar 10 menit kemudian, mobil tersebut keluar dan berlalu meninggalkan rumah itu. Usman dibawa serta oleh para penyidik KPK. Berdasarkan informasi, dia dibawa ke Kejaksaan Tinggi Sumut. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumut Chandra Purnama menjelaskan, pihaknya diajak koordinasi oleh KPK mengenai operasi terhadap Hidayat. ”Kami sudah menyediakan tempat (penahanan) untuk para tersangka. Namun, kami belum bisa memberikan keterangan siapa saja yang ditangkap,” ujarnya.(**)
Buru Bupati, KPK Geledah Rumah Dinas Bupati
Rabu 15-05-2013,11:15 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 01-09-2026,11:41 WIB
Telur Cokelat vs Putih, Benarkah Kandungan Gizinya Berbeda? Ini Faktanya
Selasa 01-09-2026,13:45 WIB
Benarkah Makan Malam Selalu Bikin Gemuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Selasa 01-09-2026,11:08 WIB
Mengapa Kita Menguap Saat Melihat Orang Lain Menguap? Ini Faktanya
Selasa 01-09-2026,12:51 WIB
Kenapa Cegukan Sulit Berhenti? Ini yang Sebenarnya Terjadi di Tubuh
Selasa 01-09-2026,12:24 WIB
Air Dingin Bikin Berat Badan Naik? Jangan Terjebak Mitos, Ini Faktanya
Terkini
Rabu 02-09-2026,10:56 WIB
Benarkah Air Kelapa Bisa Menggantikan Minuman Elektrolit? Ini Faktanya
Rabu 02-09-2026,10:07 WIB
Cara Mengupas Nanas agar Tidak Bikin Lidah Gatal, Ternyata Ada Triknya
Rabu 02-09-2026,09:51 WIB
Baju Knit Mahal Jangan Sampai Rusak, Ini Cara Mencucinya
Rabu 02-09-2026,08:00 WIB
Makin Viral Jelang 9.9! Kolaborasi Shopee x Naykilla & Tenxi Ramaikan Ribuan Video di Medsos
Selasa 01-09-2026,23:15 WIB