JAKARTA - Sejumlah kalangan menilai pembangunan deep tunnel (terowongan raksasa) di DKI Jakarta sarat dengan konflik kepentingan. Terlebih lagi, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) menolak proyek deep tunnel yang digagas Gubernur DKI, Joko Widodo alias Jokowi itu.
Wakil Ketua Komisi D (bidang pembangunan) DPRD DKI Jakarta Zainudin menegaskan, penolakan Kemen PU terhadap deep tunnel cukup berlasan. \"Bagus kalau Kemen PU menolak, sebab deep tunnel itu belum jelas kajiannya, kalau itu nggak kuat nahan air bagaimana? Lalu efektifitasnya tidak jelas untuk mengendalikan banjir,\" ujarnya, Kamis (9/5).
Rencana pengendalian banjir, kata Zainudin, harus disesuaikan kondisi tata ruang dan kondisi tanah Jakarta. Karenanya Gubernur Jokowi disarankan tetap fokus melanjutkan program pembangunan tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall).
\"Deep tunnel itu hanya untuk Kali Ciliwung. Biayanya sangat besar, faktor teknisnya juga harus matang, urusan banjir bukan cuma di Ciliwung. Masih terdapat 12 sungai di Jakarta yang juga bikin banjir, itu dinormalisasi dulu,\" tandas politisi Golkar itu.
Menanggapi persoalan itu, pengamat tata kota Nirwono Yoga mengatakan, ada benturan kepentingan antara Jokowi dengan Kemen PU terkait proyek deep tunnel. Terlebih, sebelumnya Jokowi sempat menghambat rencana pembangunan enam ruas jalan tol yang diinisiasi Kemen PU dan kemudian menggulirkan ide deep tunnel.
\"Sebenarnya secara teknis, deep tunnel memang dipaksakan. Kemen PU ada benarnya karena deep tunnel tidak ada dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2030. Artinya proyek itu bisa dilewatkan, apalagi anggarannya sangat besar, sekitar Rp 17 sampai Rp 22 triliun,\" beber dia.
Ia justru curiga antara Jokowi dan Kemen PU sama-sama memiliki kepentingan pribadi sehingga melupakan kepentingan umum. \"Semacam balas dendam, tapi yang dikorbankan semua warga Jakarta. Karena yang diributkan ini orientasinya pada proyek, ada uang triliunan disitu. Sedangkan urusan drainase yang kecil-kecil, dan normalisasi waduk tidak seksi, tidak ada uang yang banyak, malah sering ribut sama masyarakat,\" tutur Yoga.(rul)
Belum Ada Kajian Deep Tunnel
Jumat 10-05-2013,08:56 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 01-09-2026,11:08 WIB
Mengapa Kita Menguap Saat Melihat Orang Lain Menguap? Ini Faktanya
Selasa 01-09-2026,11:41 WIB
Telur Cokelat vs Putih, Benarkah Kandungan Gizinya Berbeda? Ini Faktanya
Selasa 01-09-2026,12:24 WIB
Air Dingin Bikin Berat Badan Naik? Jangan Terjebak Mitos, Ini Faktanya
Selasa 01-09-2026,12:51 WIB
Kenapa Cegukan Sulit Berhenti? Ini yang Sebenarnya Terjadi di Tubuh
Selasa 01-09-2026,12:28 WIB
Masa Penahanan Berakhir, Dua Terdakwa Fidusia BCA Finance Johan-Nikolas Akhirnya Bebas Demi Hukum
Terkini
Selasa 01-09-2026,23:15 WIB
Serbu Promo Honda September, Ada Potongan Angsuran hingga Rp7,2 Juta
Selasa 01-09-2026,23:02 WIB
Astra Motor Bengkulu Umumkan 5 Finalis AHM Best Student 2026, Siap Bertarung di Tingkat Regional
Selasa 01-09-2026,16:58 WIB
Relawan SPPG Ratu Agung Keluhkan Hak Kerja dan BPJS Kesehatan
Selasa 01-09-2026,14:52 WIB
Camkoha Melekat dengan Bengkulu, Ustad Affan: Berawal dari Rakyat Bengkulu
Selasa 01-09-2026,14:48 WIB