BENGKULUEKSPRESS.COM – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindag) Kabupaten Mukomuko menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setelah warga mengeluhkan kendaraan mereka mendadak mogok usai mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Sidak dilakukan di SPBU Kelurahan Banda Ratu (Kecamatan Kota Mukomuko) dan SPBU Desa Arah Tiga (Kecamatan Lubuk Pinang). Pemeriksaan ini untuk memverifikasi laporan warga yang menemukan endapan serbuk mirip tepung pada saringan tangki BBM kendaraan mereka.
Kepala Disperindag Mukomuko, Syafriadi, mengatakan pengawasan lapangan itu dilakukan untuk memberi kepastian dan perlindungan bagi masyarakat sebagai konsumen.
"Kami turun langsung untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Karena ada aduan masyarakat terkait kendala mesin usai mengisi BBM, kami minta penjelasan langsung dari pengelola SPBU," ujar Syafriadi.
BACA JUGA:Empat Saksi Diperiksa di Sidang Dugaan Korupsi SKU PLTA Musi, JPU Lanjut ke Pengadaan AVR
BACA JUGA:Keterangan Tejo dan Tomi Berbeda di Sidang Perkara Bank Bengkulu, Penasihat Hukum Minta Konfrontasi
Dalam sidak itu, Disperindag mendalami mekanisme penerimaan BBM, mulai dari tangki suplai hingga dispenser pengisian. Pengelola SPBU menyatakan setiap pasokan yang datang melewati prosedur pengambilan sampel uji. Berdasarkan hasil pengujian internal mereka, tidak ditemukan zat atau material asing yang tercampur dalam BBM.
Syafriadi mengimbau warga tidak berspekulasi atau terburu-buru menyimpulkan sebelum ada pemeriksaan teknis yang objektif, baik terhadap spesifikasi BBM maupun kondisi komponen kendaraan.
Pengelola SPBU juga bersedia membuka pengaduan bagi konsumen yang merasa dirugikan. Jika pemeriksaan teknis nantinya menemukan bukti kuat penyimpangan kualitas BBM, Disperindag bersama pengelola SPBU siap membawa penanganan kasus ini ke Pertamina.
"Masyarakat jangan ragu untuk melapor jika menemukan hal yang mencurigakan setelah mengisi BBM. Sampaikan keluhan tersebut secara resmi ke pihak SPBU atau dinas terkait agar bisa ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan Pertamina," kata Syafriadi.(**)