BENGKULUEKSPRESS.COM – Doa bersama lintas agama digelar serentak di seluruh Provinsi Bengkulu, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memohon perlindungan dan keselamatan bagi masyarakat Bengkulu dan Indonesia di tengah berbagai potensi bencana yang terjadi di sejumlah wilayah.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Bengkulu terhadap korban bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Indonesia dan menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat terdampak.
Di Kota Bengkulu, doa bersama dipusatkan di Masjid Raya Baitul Izzah dan dihadiri Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Dalam kesempatan tersebut, Helmi menegaskan bahwa menghadapi potensi bencana tidak cukup hanya dengan kesiapsiagaan secara fisik, tetapi juga perlu diiringi dengan ikhtiar spiritual.
Menurutnya, mitigasi bencana harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesiapan infrastruktur, peningkatan kesadaran masyarakat hingga memperkuat doa dan hubungan spiritual kepada Tuhan Yang Maha Esa.
BACA JUGA:Satpol PP Mukomuko Tertibkan Kedai Tuak dan Miras, Gang Becek Jadi Sasaran
BACA JUGA:AS Tinggalkan Irak, Pasukan Terakhir Resmi Ditarik Usai Lebih dari 20 Tahun
“Kita tidak hanya melakukan mitigasi secara fisik, tetapi juga mitigasi langit. Ikhtiar di bumi harus kita kuatkan dengan doa. Hari ini seluruh umat beragama di Provinsi Bengkulu bersama-sama berdoa sesuai keyakinan masing-masing, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Bengkulu dan Indonesia diberikan perlindungan, dijauhkan dari bencana, serta masyarakat selalu diberikan keselamatan,” ujar Helmi di Masjid Raya Baitul Izzah Kota Bengkulu.
Helmi mengatakan, doa bersama lintas agama juga menjadi gambaran kuatnya persatuan masyarakat Bengkulu. Perbedaan keyakinan, menurutnya, tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bersatu menghadapi berbagai persoalan dan mendoakan keselamatan daerah maupun bangsa.
Pesan serupa mengenai pentingnya “mitigasi langit” disampaikan Ustaz Derry Sulaiman dalam tausiah pada rangkaian kegiatan tersebut. Ia mengingatkan bahwa berbagai bentuk ikhtiar dalam menghadapi persoalan kehidupan harus berjalan beriringan dengan upaya mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
“Mitigasi langit itu penting. Kita jangan hanya sibuk mempersiapkan kehidupan dunia, tetapi juga harus mempersiapkan hubungan kita dengan Allah. Ikhtiar lahir dan doa harus berjalan bersama. Mudah-mudahan doa yang dilakukan bersama-sama ini menjadi sebab turunnya pertolongan dan perlindungan Allah untuk Bengkulu dan bangsa Indonesia,” kata Ustaz Derry.
Rangkaian kegiatan di Masjid Raya Baitul Izzah diawali dengan buka puasa bersama, salat Magrib berjamaah, salat sunah Awabin dan istigasah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peluncuran Program Wajib Halal Oktober dari MUI Pusat serta tausiah yang disampaikan Ustaz Nababan dan Ustaz Derry Sulaiman.
Dalam rangkaian acara tersebut, turut disampaikan kisah perjalanan Willie Salim hingga memutuskan menjadi mualaf.
Sementara itu, doa bersama juga dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Provinsi Bengkulu. Umat dari berbagai agama mengikuti kegiatan tersebut di rumah ibadah masing-masing sesuai dengan keyakinan dan tata cara keagamaan masing-masing.
Pelaksanaan doa secara serentak tersebut tidak hanya menjadi ikhtiar spiritual menghadapi potensi bencana, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat Bengkulu.