CURUP, BE - Daerah yang tergolong terdepan, terluar dan tertinggal (3T) menjadi prioritas pembangunan pendidikan, sebagaimana amanah pasal 31 ayat 1 dan 2 UUD tahun 1945. Hal itu dijanjikan pemerintah dalam pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), yang dibacakan Bupati Kabupaten Rejang Lebong (RL) pada peringatan hari Pendidikan Nasional yang berlangsung di halaman kantor Bupati RL, Kamis (2/5). \"Konstitusi terkait hak atas pendidikan dasar dan bagaimana pemerintah melalui Kemendikbud telah berupaya merealisasikannya, UUD 1945 agar setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dasar dan negara wajib membiayainya,\" ungkapnya. Pemerintah pusat dan daerah bersama-sama masyarakat telah berusaha memenuhi perintah UUD 1945 tersebut melalui pembangunan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, \"Termasuk di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. Akses pendidikan dipengaruhi oleh ketersediaan satuan pendidikan dan keterjangkauan dari sisi pembiayaan,\" tegasnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, sambung Bupati, pemerintah terus menerus menyiapkan ketersediaan satuan pendidikan yang layak, terutama di daerah 3T, termasuk di dalamnya pengiriman guru melalui program sarjana mendidik di daerah 3T (SM3T). Dari sisi keterjangkauan pemerintah telah menyiapkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pendidikan dasar dan menengah, Bantuan Opera sional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Bantuan Siswa Miskin (BSM), Bidik Misi dan Beasiswa.Pada tahun 2013 ini, telah disiapkan anggaran Rp 7,8 triliun untuk BSM. Sejak dua tahun terakhir, telah dibuka beberapa perguruan tinggi negeri (termasuk Akademi Komunitas) di daerah perbatasan dan di beberapa daerah yang dinilai strategis. Di samping sebagai upaya penyebaran pusat unggulan perguruan tinggi tersebut, juga berperan sebagai sabuk pengaman sosial dan politik bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu, telah disiapkan kebijakan-kesempatan khusus bagi putra-putri Papua, Papua Barat, dan daerah 3T lain untuk menjadi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia melalui program afirmasi pendidikan tinggi (ADIK). Diakhir pidatonya, Bupati menyampaikan pesan Mendikbud agar masyarakat ikut berperan dalam kemajuan pendidikan, karena hal tersebut menjadi tanggungjawab semua pihak tidak hanya bertumpu pada Dinas Pendidikan tapi semua elemen harus ikut andil. \"Maju mundurnya pendidikan generasi bangsa kita saat ini bukan ditangan pihak Sekolah atau Diknas tapi kita semuanya termasuk orang tua menjadi barometer kemajuan anak bangsa di RL,\" tutupnya. Pantauan wartawan, pada peringatan Hardiknas tersebut tampak hadir pimpinan DPRD RL, jajaran TP PKK RL, sejumlah pejabat dinas intansi, PGRI, para siswa dan aktifitas pendidikan. Pemerintah daerah juga menyempatkan memberikan penghargaan kepada para pelaku pendidikan berprestasi. (999)
Orang Tua dan Guru, Kunci Kemajuan Pendidikan di RL
Jumat 03-05-2013,13:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 22-04-2026,17:25 WIB
Wali Kota Bengkulu Serahkan Bantuan Kursi Roda, Pastikan Warga Kurang Mampu Dapat Perhatian
Rabu 22-04-2026,13:40 WIB
Terkuak di Persidangan, Dugaan 'Fee Bupati' Rp 110 Juta Mengalir ke Istri Eks Kepala Daerah Kaur
Rabu 22-04-2026,14:20 WIB
Petir Sambar Penyadap Karet di Seluma, Satu Tewas Dua Luka
Rabu 22-04-2026,14:12 WIB
Satlantas Bengkulu Selatan Gencar Edukasi, Pelajar Jadi Pelopor Keselamatan
Rabu 22-04-2026,14:16 WIB
Semangat Betunggal Membara, Warga Pino Raya Padati Jalan Santai
Terkini
Rabu 22-04-2026,17:35 WIB
Polemik Internal Golkar Bengkulu Memanas, Dua Kubu Berebut Sekretariat
Rabu 22-04-2026,17:25 WIB
Wali Kota Bengkulu Serahkan Bantuan Kursi Roda, Pastikan Warga Kurang Mampu Dapat Perhatian
Rabu 22-04-2026,17:24 WIB
Pemkot Bengkulu Tata Kawasan Pantai Pasir Putih, Pondok Pedagang Dibongkar Diganti Gazebo Gratis
Rabu 22-04-2026,17:09 WIB
Siswa SMAN 7 Kota Bengkulu Intip Dapur Bulog, Belajar Langsung Jaga Ketahanan Pangan
Rabu 22-04-2026,17:07 WIB