Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Babak Baru Pertahanan Maritim RI

Selasa 28-07-2026,13:11 WIB
Reporter : ANTARA
Editor : Rajman Azhar

Pemerintah juga menyiapkan infrastruktur pendukung. Salah satunya Lanal Lampung yang diproyeksikan menjadi salah satu pangkalan Garibaldi. Hingga Juli 2026, pembangunan fasilitas tersebut telah mencapai sekitar 76 persen.

Selain menyiapkan personel dan pangkalan, TNI AL juga tengah menyiapkan nama baru bagi kapal induk tersebut. Nama Giuseppe Garibaldi tidak akan dipertahankan karena diambil dari tokoh revolusi Italia abad ke-19 yang memimpin proses penyatuan Italia.

KSAL mengatakan nama kapal akan diganti menggunakan nama tokoh nasional. Usulan yang muncul antara lain Gajah Mada dan Panglima Soedirman. Nama-nama itu nantinya akan diajukan ke Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk dipilih. Nama yang disetujui akan disematkan secara simbolis ke kapal tersebut saat tiba tahun ini.

Mengapa Indonesia butuh kapal induk?

Bagi banyak negara, kapal induk menjadi simbol kemampuan angkatan laut untuk menggelar operasi militer jarak jauh, mulai dari menjaga kepentingan strategis hingga mendukung operasi tempur di luar wilayah negaranya.

Namun, TNI AL menegaskan kehadiran Giuseppe Garibaldi bukan untuk mengubah Indonesia menjadi negara yang mengedepankan kekuatan ofensif.

Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pihaknya sedang membangun kekuatan menuju konsep Blue Water Navy, yakni angkatan laut yang mampu beroperasi hingga lintas samudra. Menurut dia, keberadaan kapal induk menjadi salah satu unsur penting untuk mendukung kemampuan tersebut.

Meski demikian, Ali menegaskan kapal induk itu tidak dipersiapkan untuk kepentingan invasi. Garibaldi lebih diarahkan untuk mendukung diplomasi pertahanan, kunjungan persahabatan (port visit), bantuan kemanusiaan, serta operasi militer selain perang (OMSP).

"Kita mungkin bisa menjadi Blue Water Navy, tapi bukan untuk invasi. Untuk melaksanakan kegiatan diplomasi yang sifatnya goodwill, port visit, misalnya operasi militer selain perang (OMSP), bantuan kemanusiaan, dan itu sangat berfungsi dan bermanfaat," kata Ali.

Apa kata pengamat?

Di tengah antusiasme publik terhadap kedatangan Giuseppe Garibaldi, sejumlah pengamat dan akademisi mengingatkan bahwa pengadaan kapal induk itu juga menyisakan sejumlah tantangan. 

Pengamat pertahanan Gerry Soejatman menilai Garibaldi lebih tepat difungsikan sebagai light aircraft carrier yang mendukung operasi logistik, bantuan kemanusiaan, dan OMSP ketimbang kapal induk utama untuk operasi tempur jarak jauh.

Namun, menurut dia, pemerintah tetap harus memperhitungkan tingginya biaya perawatan kapal yang telah berusia lebih dari empat dekade.

Senada dengan Gerry, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menilai pengadaan kapal induk merupakan langkah yang tepat mengingat luasnya wilayah laut Indonesia. Namun, dia mengingatkan agar pemerintah tetap memperhitungkan kemampuan fiskal untuk biaya modernisasi maupun operasional kapal.

Anggota Komisi I DPR RI Achmad DG Sere juga mendukung kehadiran Garibaldi. Dia menilai pengadaan kapal itu itu perlu melibatkan industri pertahanan dalam negeri, seperti PT PAL, agar proses alih teknologi dapat memperkuat kapasitas industri dan sumber daya manusia Indonesia.

Kedatangan Giuseppe Garibaldi memang tinggal menunggu waktu, tetapi tantangan sebenarnya baru akan dimulai setelah kapal itu resmi bergabung dengan armada TNI AL untuk memperkuat pertahanan maritim nasional dan menjaga kedaulatan RI.

Kategori :