Penilaian kelayakan menyandang status dunia dijadwalkan pada 2027. Saat ini Pemkab Natuna dan KNGI serta pihak terkait lainnya tengah meningkatkan hal-hal yang sebelumnya dianggap bisa disempurnakan selama proses penetapan sebagai kandidat.
Sekretaris I Badan Pengelola Geopark Nasional (BPGN) Natuna Tukino mengatakan keberhasilan Geopark Natuna ditetapkan sebagai kandidat UGGp menjadi penyemangat bagi pengurus dan pemerintah daerah.
Dari dua geopark yang mencapai tahap akhir penilaian, yakni Blora dan Natuna, hanya Natuna yang berhasil meraih status kandidat UGGp. Keberhasilan itu, tidak lepas dari kolaborasi seluruh pihak dalam mempersiapkan dan memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.
SDM
Dalam konsep geopark, masyarakat menjadi bagian penting pengelolaan kawasan. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama yang menjaga, sekaligus mengembangkan potensi daerah. Keberhasilan geopark sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pengembangannya.
Karena itu pemerintah melaksanakan berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat. Pelatihan diberikan kepada pelaku usaha lokal, calon pemandu wisata, kelompok masyarakat, hingga pengelola usaha rumahan, sebagai bagian dari persiapan menuju UGGp.
Program tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan, kualitas pelayanan, serta kemampuan mengelola potensi wisata secara berkelanjutan. Pelatihan dilakukan secara bertahap sejak diakui secara nasional.
Calon pemandu wisata dibekali pengetahuan mengenai nilai geologi, sejarah, dan budaya Natuna serta cara melayani tamu dengan baik, agar mampu memberikan informasi yang benar kepada wisatawan dan membuat wisatawan nyaman.
Pemandu wisata Natuna Kiki Firdaus mengatakan pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Natuna memberikan banyak manfaat bagi dirinya. Melalui kegiatan tersebut, ia memperoleh tambahan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada wisatawan.
Salah satu langkah penting untuk memajukan sektor pariwisata di Natuna adalah memperbanyak pemandu wisata yang memiliki sertifikasi kompetensi. Dengan semakin banyak pemandu bersertifikat, kualitas pelayanan kepada wisatawan dapat ditingkatkan, sehingga mampu memperkuat daya saing objek wisata daerah.
Masyarakat juga mendapat pelatihan pengelolaan homestay, sehingga rumah warga dapat menjadi pilihan akomodasi yang memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi investasi penting dalam pengembangan geopark, karena keindahan alam saja tidak cukup menarik wisatawan untuk kembali berkunjung. Pelayanan yang baik, produk lokal berkualitas, dan pengetahuan masyarakat menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan pengembangan kawasan.
Apabila status UGGp berhasil diraih, peluang ekonomi masyarakat diperkirakan semakin terbuka. Nelayan dapat mengembangkan wisata bahari, kelompok perempuan memperluas usaha kuliner, sementara pemuda berpeluang menjadi pemandu wisata. Pelaku UMKM juga memiliki kesempatan memperluas pemasaran produk khas Natuna.
Manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan pelaku wisata. Sektor transportasi, penginapan, restoran, jasa perjalanan, hingga industri kreatif turut memperoleh dampak dari meningkatnya kunjungan wisatawan. Perputaran ekonomi yang lebih luas diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.
Untuk memperkuat pengelolaan geopark, BPGN Natuna juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga melalui nota kesepahaman. Mitra tersebut meliputi sektor perhotelan, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, KPHP, cabang dinas perikanan, PLN Natuna, serta LPP RRI Ranai.
Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk memperkuat layanan wisata, menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung, serta memperluas promosi dan edukasi mengenai geopark. Kerja sama itu menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan kawasan yang berkelanjutan dan bermanfaat.(**)