CURUP, BE - Perjuangan pemekaran wilayah calon Kabupaten Lembak menjadi kabupaten otonom baru, harus benar-benar serius diperhatikan oleh semua pihak. Jika tidak, peristiwa bentrok yang terjadi di Musirawas Utara beberapa hari terakhir akan menjalar ke Kabupaten Rejang Lebong. \"Karakter masyarakat di wilayah Lembak hampir mirip dengan masyarakat Musirawas Utara,\" ungkap salah seorang wartawan senior di Rejang Lebong (RL) Gafar Uyub Depati Intan, kepada Bengkulu Ekspress. Selama berkecimpung di dunia jurnalistik sejak tahun 1987, Uyub menilai, dari sisi sejarah antara Rejang dan Lembak memang berbeda, baik dari budaya dan bahasa, serta dihubungkan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat saat ini. \"Dari pada menjadi bara dalam sekam, memang lebih baik dimekarkan,\" tegasnya. Di bagian lain, Uyub menilai, ada 5 hal yang harus dilakukan pemerintah, siapapun bupatinya dalam memimpin masyarakat Lembak. Pertama, siapapun bupatinya harus menjadi pamong, datang kepada masarakat dan menyampaikan hal yang baik agar masyarakat mendukung program pemerintah. Selanjutnya sistem pembangunan ekonomi. \"Selama ini masyarakat dibiarkan, dilepas sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jikapun ada bantuan permodalan dari koperasi nilainya sangat kecil,\" ungkap Uyub. Hanya saja, mengingat tingginya aktivitas perjudian, bantuan permodalan jangan dalam bentuk uang melainkan dalam bentuk bantuan bibit pertanian, serta permodalan lainnya yang bisa dikembangkan. \"Daerah Lembak tersebut sangat subur, sehingga memiliki potensi besar untuk menjadi daerah yang makmur secara ekonomi. Hanya saja memang harus ada pengawasan, dan itu harus dilakukan pendekatan secara kekeluargaan,\" pesan Uyub. Selain itu, akses jalan menjadi salah satunya yang sangat penting dibangun. \"Bagaimanapun akses jalan ini harus penting, agar 1 x 24 jam aparat penegak hukum mudah mendatangi Lembak. Kalau jalan rusak, mau bagaimana wilayah tersebut di kunjungi pihak keamanan. Bahkan untuk mempermudah akses sosial ekonomi masyarakat,\" tegas Uyub. Selanjutnya, tidak akan rugi jika dilakukan pertemuan antara pemerintah dengan masyarakat dengan intensitas 6 bulan sekali, sehingga dapat terjalin komunikasi yang baik, antar masyarakat dengan pemerintah. (999)
Dukung Pemekaran Lembak
Kamis 02-05-2013,12:07 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-11-2026,17:36 WIB
SDN 77 Padang Serai Overload, Warga dan DPRD Sepakat Usulkan Pendirian Sekolah Baru
Jumat 06-11-2026,21:11 WIB
Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Ditahan di Mako Brimob, SU Masih Belum Ditahan
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Jumat 06-11-2026,18:17 WIB
Seleksi Petugas Haji Daerah 2027: Syarat dan Jadwal Lengkap
Terkini
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB
Tinjau Pembangunan TPS 3R di Harapan Makmur, Erna Sari Dewi Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Sumber PADes
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,12:29 WIB
Taekwondo Mukomuko Raih Enam Medali Perunggu di POPDA 2026
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB