BENGKULUEKSPRESS.COM – Akselerasi program pembinaan karakter, penguatan spiritual, dan penginjeksian motivasi bagi generasi muda terus digulirkan secara masif di wilayah Provinsi Bengkulu. Program unggulan bertajuk Retret Merah Putih dan Mitigasi Langit yang diinisiasi langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, kini resmi menyambangi Kabupaten Bengkulu Selatan, Jumat (22/5/2026).
Setelah sebelumnya sukses besar menjaring 900 pelajar di Kabupaten Rejang Lebong pada akhir April lalu, kini lini program bergerak ke wilayah Bumi Sekundang Kemakmuran. Tidak tanggung-tanggung, jalannya retret spiritual di Bengkulu Selatan ini diikuti secara intensif oleh sekitar 700 pelajar sekolah menengah atas. Formasi peserta terdiri dari 400 siswa-siswi perwakilan SMAN 1 Bengkulu Selatan dan 300 siswa dari SMAN 3 Bengkulu Selatan.
Salah seorang siswi peserta retret, Aisyah, mengaku sangat bersyukur dan terkesan dengan metode pendekatan program ini. Menurutnya, materi yang disajikan tidak monoton dan mampu memberikan gairah baru dalam menyeimbangkan prestasi akademik dan kematangan spiritual.
“Retret ini sangat mengesankan, aplikatif, dan membuat kami para pelajar menjadi jauh lebih termotivasi untuk meningkatkan keimanan sekaligus mempertebal semangat belajar kami di kelas,” akunya dengan wajah berseri-seri.
Eksekusi program di Bengkulu Selatan kali ini terasa lebih istimewa. Pasalnya, tim pelaksana turut memboyong buku 40 Hadits yang baru saja rampung dicetak secara massal oleh tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu. Kehadiran literatur Islam ini pun langsung memanen apresiasi dari kalangan akademisi.
Ucapan terima kasih yang mendalam disampaikan oleh Milma Yasmi selaku Kepala SMAN 2 Seluma, yang sekolahnya didapuk menjadi institusi pertama penerima distribusi buku tersebut. Penyerahan dokumen kitab hadits dilakukan secara simbolis oleh Ummu Atiqah yang bertindak selaku daiyah resmi BAZNAS Provinsi Bengkulu.
“Harapan besar kami, buku 40 Hadits ini tidak sekadar menjadi pajangan di perpustakaan, melainkan menjadi sarana panduan taktis bagi para pelajar untuk menghafalkan, memahami, sekaligus mengimplementasikan sabda-sabda suci Rasulullah SAW dalam kehidupan sosial sehari-hari,” harap Ummu Atiqah.
Suasana pelatihan karakter di dalam aula sekolah pun kian hidup dan interaktif dengan hadirnya motivator kondang, Ustaz Saeed Kamyabi. Lewat gaya komunikasinya yang khas, lugas, dan inspiratif, ia membakar semangat para siswa dengan membandingkan budaya kultur pendidikan positif di belahan dunia yang pernah ia kunjungi.
“Saat saya berada di Australia, para pelajar di sana memiliki mentalitas proaktif yang sangat tinggi. Mereka akan langsung mengangkat tangan tanpa ragu jika ada teori yang belum dipahami. Mereka pantang membiarkan satu pertanyaan berlalu tanpa pemahaman yang tuntas. Karakter berani bertanya demi ilmu inilah yang harus ditiru oleh pelajar Bengkulu,” tegas Ustaz Saeed.
Jalannya agenda ini mendapat pengawalan dan dukungan penuh dari Dedi yang hadir mewakili jajaran struktural Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Cabdin Dikbud) wilayah setempat. Di lokasi pertama, Kepala SMAN 1 Bengkulu Selatan, Arlin Gustina, bahkan secara spontan memberikan hadiah berupa uang tunai sebagai stimulan bagi siswa-siswi yang tampil vokal dan aktif sepanjang sesi debat motivasi berlangsung hingga pukul 09.30 WIB.
Usai merampungkan sesi di SMAN 1, Ustaz Saeed bersama rombongan tim fasilitator langsung bergeser ke SMAN 3 Bengkulu Selatan untuk mengisi sesi kedua yang berlangsung dinamis sejak pukul 10.00 hingga 11.30 WIB.
Kepala SMAN 3 Bengkulu Selatan yang juga menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Herdi Agustiar, menyiasati jalannya agenda hari Jumat kemarin dengan membuat kluster pembinaan khusus gender demi efektivitas waktu.
“Mengingat kemarin adalah hari Jumat dan para siswa laki-laki harus menunaikan ibadah salat Jumat, kami meminta kelonggaran waktu agar Ummu Atiqah berkenan memimpin forum khusus di aula untuk membedah materi Fikih Kewanitaan (Nisa) yang diperuntukkan bagi seluruh siswi perempuan dan ibu guru,” urai Herdi.