Luar Biasa! SPPG Padang Lebar Jadi Role Model Dapur Gizi Modern dan Ramah Lingkungan

Minggu 19-04-2026,19:07 WIB
Reporter : Tri Yulianti
Editor : Tri Yulianti

BENGKULUEKSPRESS.COM – Di tengah tuntutan pelayanan gizi yang cepat, higienis, dan tepat sasaran, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padang Lebar Seginim, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu justru melangkah lebih jauh. 

Bukan sekadar memasak dan mendistribusikan makanan, dapur ini tampil sebagai simbol keseriusan dalam menjaga kualitas, kesehatan, dan kelestarian lingkungan secara bersamaan.

Di balik aktivitas dapur yang setiap hari berdenyut, ada sistem yang bekerja rapi, terukur, dan penuh tanggung jawab. Setiap bahan yang diolah, setiap tetes air yang digunakan, hingga setiap sisa produksi yang dihasilkan, semuanya ditangani dengan standar tinggi. 

Tidak berlebihan jika SPPG Padang Lebar kini menjadi perbincangan sebagai dapur yang bukan hanya memberi makan, tetapi juga memberi contoh.

Mitra Pengelola Dapur SPPG Padang Lebar Seginim, Rizal mengungkapkan bahwa sejak awal pihaknya telah menyadari potensi besar persoalan limbah jika tidak ditangani dengan serius. Karena itu, langkah antisipatif langsung disusun sejak tahap perencanaan.

“Dari awal permasalahan yang akan timbul adalah masalah limbah. Makanya kami mengantisipasi pengelolaan limbah harus benar dan baik,” ujar Rizal, Minggu 19 April 2026.

BACA JUGA:Dari Lokal ke Digital, UMKM Bengkulu Selatan Siap Bersaing

BACA JUGA:Produk Halal Jadi Kebutuhan Mendasar, Komisi VIII DPR RI Ingatkan Kesadaran Masyarakat dan Pelaku UMKM

Keseriusan itu bukan sekadar wacana. Dalam langkah konkret, pihaknya menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bengkulu Selatan untuk memastikan seluruh sistem pengelolaan limbah berjalan sesuai standar.

Bahkan, konsep hingga implementasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sepenuhnya dipercayakan kepada pihak DLHK.

“Yang ini adalah jujur karya mereka. Jadi dengan sistem filterisasi dari petunjuk mereka kita ikuti dan pada akhirnya ini selesai,” jelasnya.

Hasilnya bukan main. Sistem IPAL yang diterapkan mampu mengolah limbah dapur secara berlapis, mulai dari limbah awal yang mengandung lemak dan aroma hingga tahap akhir yang telah melalui proses penyaringan ketat sebelum dibuang. 

Tidak hanya itu, penggunaan mesin pendorong limbah semakin memastikan alur pengolahan berjalan maksimal tanpa mencemari lingkungan sekitar.

Penggunaan IPAL ini bahkan telah dimulai sejak Ramadan 1447 Hijriah, dan hingga kini terus berjalan optimal tanpa kendala berarti. Hal ini menjadi bukti bahwa standar tinggi yang diterapkan bukan hanya teori, tetapi benar-benar dijalankan secara konsisten.

“Dan kami pastikan pengelolaan limbah sudah dilakukan dengan baik, dari pengelolaan limbah pertama yang mengeluarkan aroma dan lemak, hingga pengelolaan limbah akhir yang dibuang setelah dilakukan penyaringan semuanya dilakukan dengan baik sesuai petunjuk DLHK,” tegas Rizal.

Tags :
Kategori :

Terkait