BENGKULUEKSPRESS.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) terus mengimbau masyarakat untuk mewaspadai berbagai penyakit yang kerap muncul usai perayaan Idul Fitri.
Kondisi ini umumnya dipicu oleh pola makan yang tidak terkontrol serta kelelahan setelah menjalani rangkaian aktivitas selama Lebaran.
Kepala Dinkes Kabupaten Benteng, Barti Hasibuan SKM menjelaskan, perubahan pola konsumsi dari saat berpuasa ke makanan tinggi lemak, gula dan garam secara tiba-tiba dapat membuat tubuh kaget.
Hal ini berpotensi memicu sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari penyakit ringan hingga yang memerlukan penanganan serius.
Di samping itu, pola makan berlebihan dan minimnya aktivitas fisik selama libur Lebaran turut berkontribusi terhadap kenaikan berat badan secara cepat.
BACA JUGA:Pengungkapan Judi Online Berlanjut, Dorongan Publik Perkuat Pengawasan Pembayaran Digital
BACA JUGA:Dua Remaja Hanyut di Sungai Lubuk Langkap, Satu Selamat Satu Masih Dalam Pencarian
Untuk itu, Dinkes Benteng melalui tenaga kesehatan di seluruh Fasyankes terus mengingatkan masyarakat agar segera kembali menerapkan pola hidup sehat setelah Lebaran.
Diantaranya dengan mengatur pola makan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta mengurangi makanan bersantan dan tinggi gula.
Selain itu, peningkatan kadar kolesterol dan asam urat juga menjadi perhatian.Hidangan khas Lebaran seperti rendang, opor, dan emping diketahui mengandung lemak dan purin tinggi yang dapat memicu lonjakan kedua kondisi tersebut.
Tak hanya itu, tingginya konsumsi makanan asin dan camilan manis seperti kue kering dan sirup berpotensi meningkatkan tekanan darah serta kadar gula darah secara signifikan. Kondisi ini tentu berisiko, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat hipertensi dan diabetes
"Masyarakat juga diimbau untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup serta tetap menjaga aktivitas fisik agar kondisi tubuh tetap prima," tutup Barti.