JAKARTA--Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, batal diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional, di Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/4).
\"Tadi disampaikan melalui pengacaranya bahwa yang bersangkutan sakit,\" kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, Senin (29/4), kepada wartawan, di Kantor KPK.
Karena pemeriksaan hari ini batal, KPK akan menjadwalkan kembali untuk memeriksa bekas Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR itu. Sebab, keterangan Anas diperlukan KPK. \"Penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan (Anas) pada Senin pekan depan,\" kata Johan.
Ia mengaku tidak tahu penyakit apa yang diderita Anas, sehingga belum bisa memenuhi panggilan KPK. \"Saya belum dapat konfirmasi sakitnya apa,\" terangnya.
Carrel Ticualu, Kuasa Hukum Anas Urbaningrum, menjelaskan kliennya disuruh dokter untuk beristirahat. \"Sakit itu kan tidak direncakan ya. Hukum juga menyatakan kalau tidak sehat, bisa tidak diperiksa. Lalu kami sampaikan dan periksa dokter. Dokter menyatakan suruh istirahat,\" ujar Carrel, di KPK, Senin (29/4).
Ia mengaku tidak tahu penyakit apa yang diderita Anas. Hanya saja, ia menjelaskan, kemungkinan Anas salah makan atau kurang tidur. \"Bisa saja terjadi,\" tegasnya. Saat ini, kata Carrel, kliennya itu tengah berada di rumahnya untuk beristirahat. Surat keterangan dokter, sudah diberikan ke KPK. \"Kemungkinan (istirahat) empat hari, tapi tidak melihat isinya karena amplopnya tertutup. Kita tidak buka-buka,\" kata Carrel.(boy/jpnn)
Alasan Sakit, Anas Batal Diperiksa KPK
Senin 29-04-2013,21:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 10-06-2026,10:45 WIB
Promo Motor Mulai Rp900 Ribuan Ramaikan Event HOLAHOOP di SMKN 3 Seluma
Rabu 10-06-2026,16:59 WIB
DKP Kota Bengkulu Usulkan Anggaran Rp500 Juta untuk Bantu Nelayan dan Kelompok Perikanan
Rabu 10-06-2026,16:17 WIB
Berkendara Dekat Bukan Berarti Aman, Ini Imbauan Astra Motor Bengkulu soal Safety Riding
Rabu 10-06-2026,17:03 WIB
Dugaan Penggelapan Rp3,7 Miliar Terkuak, Pihak CV Mandiri Sejahtera Klaim Kantongi Bukti Kuat
Rabu 10-06-2026,16:53 WIB
Helmi Hasan Evaluasi SPMB 2026, Sekolah Diminta Tak Tutupi Nilai Seleksi
Terkini
Rabu 10-06-2026,17:03 WIB
Dugaan Penggelapan Rp3,7 Miliar Terkuak, Pihak CV Mandiri Sejahtera Klaim Kantongi Bukti Kuat
Rabu 10-06-2026,16:59 WIB
DKP Kota Bengkulu Usulkan Anggaran Rp500 Juta untuk Bantu Nelayan dan Kelompok Perikanan
Rabu 10-06-2026,16:56 WIB
Helmi Hasan Terima Kunjungan Kapolda Bengkulu, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah
Rabu 10-06-2026,16:53 WIB
Helmi Hasan Evaluasi SPMB 2026, Sekolah Diminta Tak Tutupi Nilai Seleksi
Rabu 10-06-2026,16:35 WIB