Walikota Terapkan Jam Malam Bagi Pelajar, Minimalisir Aksi Geng Motor

Minggu 22-02-2026,15:04 WIB
Reporter : Firman Triadinata
Editor : Tri Yulianti

BENGKULUEKSPREESS.COM - Pemerintah Kota Bengkulu mengambil langkah tegas untuk menjaga ketertiban dan keamanan kota, khususnya dalam menekan potensi kenakalan remaja.

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menerbitkan surat edaran terkait pemberlakuan jam malam bagi pelajar.

Keputusan ini diambil setelah melalui rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda, termasuk Kapolresta dan Dandim Kota Bengkulu.

Dedy menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memastikan para pelajar berada di rumah pada waktu yang tepat untuk beristirahat dan belajar.

Dalam keterangannya, Dedy merinci pembagian waktu yang akan diatur dalam imbauan tersebut. Jam belajar pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. Jadi pelajar dilarang berkeliaran atau berkerumun di luar rumah di atas pukul 21.00 WIB.

”Jika mereka keluar di atas jam tersebut, itu bukan lagi waktu belajar. Petugas dari Linmas, Satpol PP, dibantu oleh kepolisian dan TNI akan melakukan patroli untuk memberikan pemahaman dan meminta mereka segera pulang ke rumah,” tegas Dedy, Sabtu (21/2/26).

Selain penertiban di lapangan, Dedy menekankan peran krusial orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka. Ia meminta orang tua jangan abai ketika anaknya belum pulang hingga larut malam.

BACA JUGA:Polresta Bengkulu Perketat Pengawasan Geng Motor, 40 Orang Sudah Diamankan

BACA JUGA:Refleksi Setahun Kepemimpinan, Dedy-Ronny Buka Puasa Bersama dengan Anak Asuh

”Kami meminta orang tua lebih perhatian. Jika pukul 22.00 anak belum pulang, tolong dicari dan pastikan mereka kembali ke rumah. Jangan sampai anak-anak kita berkeliaran tanpa tujuan hingga dini hari,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Kota Bengkulu, sekaligus menghindarkan generasi muda dari aktivitas negatif seperti tawuran atau balap liar. 

Meski Kapolresta Bengkulu melaporkan angka kriminalitas sebenarnya menurun secara statistik, Walikota menyoroti adanya fenomena “psikologi kecemasan” di tengah warga.

Banyaknya aduan melalui pesan singkat (WA/SMS) yang masuk menunjukkan masyarakat merasa tidak tenang saat keluar rumah, terutama saat malam hari atau waktu ibadah Tarawih.

“Kita harus membunuh psikologi kecemasan ini. Caranya adalah dengan kolaborasi di lapangan. Saya minta Lurah, Camat, Kapolsek, Danramil, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersinergi. Aktifkan kembali Poskamling dan peran Linmas di setiap wilayah,” tambahnya.

Pemerintah Kota Bengkulu juga akan menggandeng Satpol PP Provinsi untuk mengawasi siswa tingkat SMA yang secara administratif berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi.

Pendekatan yang dikedepankan adalah preventif dan persuasif. Petugas diminta untuk merangkul tokoh adat, tokoh pemuda, dan pemuka agama di setiap lingkungan untuk meredam potensi gangguan keamanan.

“Jika tokoh yang disegani sudah turun tangan, massa biasanya akan bubar secara tertib. Kita pegang tokoh-tokoh yang punya pengaruh tersebut,” jelas Walikota.

Tags :
Kategori :

Terkait