Intinya, doa menyapih anak bukan sekadar lafaz, tetapi juga wujud tawakal bahwa proses ini adalah bagian dari pendidikan iman dan kemandirian sejak dini.
BACA JUGA:Ampuh Menghilangkan Lendir di Tenggorokan dan Dada Selamanya, dr Zaidul Akbar Bagikan Resepnya
BACA JUGA:Ingin Satu Keluarga Masuk Surga, Ustaz Adi Hidayat Bagikan Amalannya
Kapan Doa Menyapih Anak Dibaca?
Doa menyapih anak bisa dibaca sejak sebelum proses lepas ASI dimulai, saat Parents baru menyusun niat dan rencana menyapih.
Pada tahap ini, doa membantu meneguhkan hati orang tua agar konsisten, tidak mudah goyah saat anak mulai rewel dan minta kembali menyusu.
Saat proses menyapih berjalan, doa boleh dibaca setiap hari sebelum tidur, ketika akan memberikan makanan pengganti, atau ketika anak tampak mulai gelisah.
Jika anak menangis terus-menerus, Parents bisa memperbanyak zikir pendek seperti “hasbunallaahu wa ni‘mal wakiil” sambil mengusap kepala anak.
BACA JUGA:Ampuh Menghilangkan Lendir di Tenggorokan dan Dada Selamanya, dr Zaidul Akbar Bagikan Resepnya
BACA JUGA:Ingin Satu Keluarga Masuk Surga, Ustaz Adi Hidayat Bagikan Amalannya
Cara ini membantu menenangkan emosi orangtua sekaligus menghadirkan suasana spiritual yang lembut, sehingga anak lebih mudah merasa aman meski tidak lagi menyusu seperti sebelumnya.
Bagaimana Cara Menyapih Anak agar Tidak Rewel Menurut Islam?
Menurut ajaran Islam, menyapih idealnya dilakukan dengan musyawarah dan pertimbangan matang antara suami dan istri, bukan keputusan sepihak dan tergesa-gesa.
Dalam Al-Baqarah ayat 233 disebutkan bahwa Bunda menyusui anaknya selama dua tahun penuh, dan bila ingin menyapih sebelum itu maka boleh dilakukan dengan kerelaan dan kesepakatan kedua orang tua.
Secara praktis, para ahli dan pendidik Muslim menyarankan menyapih secara bertahap, bukan mendadak menghentikan semua sesi menyusu.
Misalnya, mulai mengurangi frekuensi menyusu di siang hari, memperpendek durasi menyusu, lalu menggantinya dengan makanan bergizi dan minuman yang disukai anak sehingga ia tetap merasa kenyang dan nyaman.