JAKARTA -- Mantan Komisaris Independen PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, Prof. Ir. H. Mahmud Hamundu, M.Sc mengatakan perlu mewaspadai orang luar yang dititip untuk duduk di jabatan strategis mengendalikan Aneka Tambang (Antam). Menurutnya, orang yang dititip ini bisa membawa misi atas nama kepentingannya sendiri atau pun kepentingan asing.
Makanya, atas nama nasionalisme, Antam harus tetap dijaga demi kesinambungan perusahaan pelat merah itu. \"Saya inginkan perusahaan ini kesenambungan. Tidak langsung terpotong (titipan) hanya karena ada keinginan-keinginan tertentu yang ingin memanfaatkan perusahaan ini,\" kata Mahmud saat dihubungi wartawan, Sabtu (27/4).
Pernyataan pria yang pernah menjabat dua periode sebagai Rektor Universitas Haluoleo (Unhalu) Kendari itu berhubungan dengan rencana Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang akan digelar Selasa, (30/4) di Jakarta. Dalam RUPS ini, akan ada pergantian dan pengangkatan direksi dan dewan komisaris.
Mahmud mengatakan jajaran direksi yang ada saat ini itu sudah bisa memimpin Antam. \"Kecuali Pak Alwin (Direktur Utama Alwinsyah Lubis) yang memang tidak dipilih lagi karena sudah dua periode. Tapi saya kira dari direksi yang ada sekarang itu bisa,\" katanya.
Namun Pria kelahiran Kabangka, Muna, 3 Desember 1950 itu enggan menyebut di antara lima direksi yang bisa diangkat jadi direktur utama Antam. Yang jelas kata dia, lebih baik orang dari dalam Antam sendiri yang mengurus ketimbang harus didatangkan dari luar.
Dengan jajaran direksi yang ada saat ini, perusahaan Badan Usaha Milik Negera (BUMN) membukukan laba bersih Rp 2,99 triliun. Pendapatan perusahaan pelat merah ini cukup fantastis. Sebab, di tengah penurunan harga komoditas pertambangan di pasar internasional karena terjadinya krisis ekonomi di Eropa, Antam tetap memberikan kontribusi pendapatan kepada negara.
Sekretaris Perusahaan Antam Tedy Badrujaman mengatakan keuntungan yang diperoleh ini didapat dari peningkatan produksi volume emas yang merupakan produk andalanya. Antam mencatatkan keuntungan yang lebih besar dibanding tahun 2011. ’’Ini naik 55 persen dibanding laba tahun sebelumnya sebesar Rp 1,92 triliun,’’ ujar Tedy. (awa/jpnn)
Tak Perlu Orang Luar, Antam Bisa Urus Diri Sendiri
Sabtu 27-04-2013,20:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 06-10-2026,11:30 WIB
Chocolatos Go International! Gandeng BK8 Gresini Racing, Brand Indonesia Ramaikan MotoGP 2026-2027
Selasa 06-10-2026,11:15 WIB
Jadwal Puasa Sunnah Oktober 2026 Lengkap, Cek Tanggal dan Bacaan Niatnya
Selasa 06-10-2026,11:05 WIB
IHSG Dibuka Menguat Tipis, Bertengger di Level 6.130
Selasa 06-10-2026,11:08 WIB
Vape Disebut Picu Diabetes dan Gangguan Paru, 3 Asosiasi Desak BRIN Buka Data Penelitian
Selasa 06-10-2026,11:58 WIB
Pasca Gempa NTT, AHM Perkuat Layanan Kesehatan untuk Mobilitas Produktif Masyarakat
Terkini
Selasa 06-10-2026,16:53 WIB
Pemprov Bengkulu Dorong Percepatan Penyelesaian Persoalan Agraria Lewat Koordinasi Lintas Sektor
Selasa 06-10-2026,16:36 WIB
Kendaraan Mogok Usai Isi BBM, Disperindag Mukomuko Sidak SPBU
Selasa 06-10-2026,16:32 WIB
Empat Saksi Diperiksa di Sidang Dugaan Korupsi SKU PLTA Musi, JPU Lanjut ke Pengadaan AVR
Selasa 06-10-2026,16:20 WIB
Keterangan Tejo dan Tomi Berbeda di Sidang Perkara Bank Bengkulu, Penasihat Hukum Minta Konfrontasi
Selasa 06-10-2026,16:14 WIB