KAMPUNG MELAYU, BE - Di hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional di tingkat MTs kemarin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, H Suardi Abbas, SH MH, melakukan peninjauan ke sekolah-sekolah. Pemantauan UN dilakukan di MTsN 2 Kota Bengkulu dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. \"Sengaja dilakukan di akhir ujian, karena saya baru selesai melaksanakan pendidikan, dan baru tadi malam tiba di Bengkulu,\" ujarnya. Walau sedikit terlambat, Suardi Abbas masih sempat melihat langsung dan mengetahui proses ujian tahun ini berlangsung. Dan dikatakanya pelaksanaan ujian tahun ini berbeda dengan tahun lalu, yakni soal terdiri dari 20 paket. Selain itu berjalan lancar dan aman. \"Kalau tahun sebelumnya beredar kunci jawaban, dugaan soal yang bocor selalu ramai di media. Tahun ini justru berjalan lancar,\" katanya. Suardi berharap tingkat kelulusan MA dan MTs se-Provinsi Bengkulu dapat lulus 100 persen. \"Kita berharap tahun ini semua anak dapat lulus,\" ujarnya. Sesuai dengan Prosedur Operasional Sekolah (POS), Kakanwil memantau ujian hanya sebatas pintu ruang ujian, sehingga tidak menganggu para siswa yang tengah ujian. Sementara itu Kepala MTsN 2 Kota Bengkulu, Rajab MPdi, menuturkan, kedatangan Kakanwil memberikan support terhadap para pelajar. (247)
Suardi: Berharap Lulus 100 Persen
Jumat 26-04-2013,10:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-07-2026,10:33 WIB
Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
Rabu 01-07-2026,10:37 WIB
Wujudkan Karyawan Sehat, Perusahaan Hebat: Astra Motor Bengkulu Gelar Seminar Kesehatan
Rabu 01-07-2026,13:59 WIB
Diguyur Hujan, Upacara Hari Bhayangkara di Polres Mukomuko Tetap Khidmat
Terkini
Rabu 01-07-2026,17:42 WIB
Press Gathering Vario Evo 160 Digelar di Bengkulu, Tawarkan Desain Sporty dan Performa Lebih Bertenaga
Rabu 01-07-2026,17:00 WIB
Pulau Baai Belum Berdampak Signifikan bagi Ekonomi, DPRD Desak Pelindo Ambil Langkah Nyata
Rabu 01-07-2026,16:57 WIB
Pengerukan Pulau Baai Terancam Buntu, Pelindo Dibayangi Risiko Hukum Usai Inpres Berakhir
Rabu 01-07-2026,14:18 WIB