Inilah Kegunaan Skin Booster dan Proses Perawatannya

Rabu 26-02-2025,20:08 WIB
Reporter : Jamal Maarif
Editor : Jamal Maarif

BENGKULUEKSPRESS.COM - Skin booster adalah proses penyuntikan zat tertentu, seperti hyaluronic acid, ke dalam permukaan kulit guna membuatnya jadi lembap, cerah, dan awet muda. Nah, ada beberapa jenis skin booster yang bisa memberikan berbagai manfaat untuk kulit. Untuk mendapatkan hasilnya, kamu perlu melewati serangkaian prosedur dulu, nih.

Skin booster merupakan prosedur perawatan kulit berupa penyuntikan zat tertentu, seperti asam hialuronat, DNA salmon, atau peptida, ke dalam lapisan atas kulit untuk membuat kulit tampak awet muda, lembap, dan bersinar. Prosedur kecantikan ini umumnya bisa dilakukan untuk semua jenis kulit dan bisa mulai dilakukan pada usia 25 tahun, yakni masa ketika produksi kolagen alami kulit mulai menurun dan muncul masalah kulit, seperti garis halus dan kerutan.

BACA JUGA:Dampak Efisiensi, Biaya Sewa Kendaraan Dinas KPU Hingga Kegiatan Dihentikan

Jenis Skin Booster dan Manfaatnya
Ada beberapa jenis skin booster yang bisa digunakan berdasarkan zat yang disuntikkan. Berbagai jenis tersebut bisa memberikan manfaat yang berbeda-beda, lho. Berikut adalah manfaat skin booster berdasarkan jenisnya:
Asam hialuronat

Asam hialuronat (hyaluronic acid) adalah zat yang sebenarnya bisa diproduksi sendiri oleh kulit kita. Zat inilah yang memberikan wajah tekstur kenyal. Sayangnya, produksi asam hialuronat dapat berkurang seiring waktu sehingga kulit jadi rentan kering, kendur, dan berkeriput. Penyuntikan skin booster asam hialuronat bisa membuat kulit kembali lembap, kenyal, dan mulus. Selain itu, jerawat, bekas jerawat dan bekas luka juga bisa teratasi, lho.

DNA salmon
Skin booster dengan DNA salmon bisa memberikan banyak manfaat karena paling mirip dengan DNA manusia. Penyuntikan DNA salmon ke lapisan kulit bisa membantu menjaga lapisan pelindung kulit (skin barrier) dan mempercepat regenerasi kulit. Dengan begitu, kulit jadi tetap kencang, lembap, dan tidak mudah iritasi atau meradang.

BACA JUGA:Inilah Berbagai Penyebab Palpitasi dan Cara Mengatasinya

Peptida
Peptida (peptide) merupakan bahan penyusun protein yang juga membentuk kulit. Menyuntikkan peptida ke dalam lapisan kulit bisa bermanfaat untuk meningkatkan produksi kolagen, yang dapat membuat kulit senantiasa awet muda alias kencang dan mulus.

Platelet‐rich plasma (PRP)
Salah satu jenis skin booster yang banyak digunakan adalah platelet-rich plasma (PRP), yakni penyuntikkan plasma pasien yang diambil dari darah pasien sendiri. Plasma ini kaya akan protein yang bisa merangsang penyembuhan jaringan kulit yang rusak. Hasilnya, kulit pun jadi lebih kenyal, mulus, cerah, dan warna kulit merata. PRP ini dapat disuntikkan ke dalam kulit atau dioleskan pada kulit yang sebelumnya ditangani dengan dermaroller atau microneedling, ya.

BACA JUGA:Begini 4 Cara Efektif Menghilangkan Bekas Ciuman

Prosedur Skin Booster
Skin booster yang tersedia di klinik kecantikan biasanya berupa serum yang disuntikkan ke dalam lapisan dermis kulit. Sebelum melakukan skin booster, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan singkat untuk mengetahui kebutuhan kulitmu. Kemudian, dokter baru bisa merekomendasikan jenis skin booster yang cocok.

Prosedur dimulai dengan membersihkan kulit wajah terlebih dahulu. Selanjutnya, dokter akan mengoleskan krim yang mengandung obat bius agar kulit tidak terasa sakit saat disuntikkan skin booster. Penyuntikan dengan jarum kecil dilakukan di area yang memerlukan penanganan, misalnya wajah, leher, maupun tangan. Setelah disuntik, kulit lalu dioleskan serum atau masker untuk mengurangi bengkak dan kemerahan.

Proses penyuntikan skin booster ini berlangsung dengan cepat, yaitu kurang dari 1 jam, lho. Selain itu, hasil dari skin booster juga bisa terlihat sekitar 3 minggu. Untuk memaksimalkan hasilnya, perawatan secara berkala bisa dilakukan agar kelembapan dan perbaikan tekstur kulit tetap terjaga.

BACA JUGA:Ingin Membaca Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh, Berikut Bacaan dan Cara Melaksanakannya

Prosedur skin booster juga biasanya tidak membuatmu perlu berlama-lama memulihkan diri. Setelah disuntik, kamu dapat melakukan kompres dingin di rumah untuk mengurangi nyeri, merah, bengkak, serta gatal di area yang sebelumnya disuntik.

Guna mengurangi risiko efek samping setelah skin booster, kamu sebaiknya melakukan beberapa hal berikut:
- Hindari menggosok kulit bekas area suntikan dengan kasar.
- Pastikan posisi tidurmu tidak menekan area yang sebelumnya menerima skin booster.
- Hindari paparan sinar matahari langsung.
- Jangan melakukan prosedur perawatan kulit lain selama 2 minggu setelah tindakan.
- Jangan menggunakan produk perawatan kulit dengan kandungan retinol atau asam selama 1–2 hari.
- Hindari aktivitas dan olahraga berat selama 1–2 hari.

BACA JUGA:Orang Tua Tak Pernah Sholat Sampai Meninggal, Apakah Bisa Diganti? Gus Baha Bagikan Solusinya

Segera konsultasi dengan dokter bila mengalami kulit bernanah, melepuh, mengelupas, berwarna kehitaman, atau membengkak dan panas setelah menjalani prosedur skin booster, ya. Meskipun kasusnya jarang, gejala tersebut bisa menandakan kulit mengalami infeksi.

Untuk memperoleh hasil maksimal dengan efek samping minimal, pastikan kamu melakukan skin booster di klinik kecantikan yang tepercaya. Selain itu, pastikan dokter yang menanganimu memiliki sertifikasi yang legal untuk melakukan prosedur ini.(bee)

Kategori :