JAKARTA - Usai kunjungan kerja ke Kabupaten Karawang, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sore ini langsung memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, Selasa (16/4). Nuh dipanggil terkait penundaan jadwal Ujian Nasional (UN) di 14 provinsi.
\"Kalau saya ditanya kawan-kawan media selalu yang saya bilang pertama pemmhonan maaf karena terjadi pergseran yang mestinya Senin kemarin dan Insya Allah akan dilaksanakan Kamis besok. Karena itu hari ini saya memang akan melaporkan kepada Bapak Presiden,\" tutur Nuh sebelum menemui Presiden di kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, Nuh mengakui bahwa penundaan Ujian Nasional (UN) di 11 provinsi pada zona Indonesia tengah, adalah kesalahan pihak perusahaan pencetak naskah UN. Dia mengatakan, satu dari enam perusahaan pemenang tender percetakan naskah UN tidak mampu menyelesaikan proses cetak dan distribusi sesuai tenggat akhir 12 April 2013.
Kini kekacauan naskah soal UN untuk SMA/MA/SMK berujung pada penundaan tidak hanya terjadi di 11 provinsi, tapi ada juga di tiga provinsi lain, yakni Banten, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar). Rencananya, UN baru akan dilaksanakan di 14 provinsi ini pada Kamis, 18 April 2013 mendatang.
Meski terjadi banyak kekacauan, Nuh mengaku ia tetap akan menyampaikan kesiapan UN yang ditunda pada Kamis nanti ke Presiden \"Karena Bapak presiden ingin tahu kesiapan Kamis besok. Beberapa hari ini keterlambatan itu sebenarnya saya ceritakan apa adanya itu murni ada di percetakan,\" pungkas Nuh. (flo/jpnn)
Presiden Minta Mendikbud Laporkan Kisruh UN
Selasa 16-04-2013,21:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 10-06-2026,10:45 WIB
Promo Motor Mulai Rp900 Ribuan Ramaikan Event HOLAHOOP di SMKN 3 Seluma
Rabu 10-06-2026,16:59 WIB
DKP Kota Bengkulu Usulkan Anggaran Rp500 Juta untuk Bantu Nelayan dan Kelompok Perikanan
Rabu 10-06-2026,16:17 WIB
Berkendara Dekat Bukan Berarti Aman, Ini Imbauan Astra Motor Bengkulu soal Safety Riding
Rabu 10-06-2026,17:03 WIB
Dugaan Penggelapan Rp3,7 Miliar Terkuak, Pihak CV Mandiri Sejahtera Klaim Kantongi Bukti Kuat
Rabu 10-06-2026,16:53 WIB
Helmi Hasan Evaluasi SPMB 2026, Sekolah Diminta Tak Tutupi Nilai Seleksi
Terkini
Rabu 10-06-2026,17:03 WIB
Dugaan Penggelapan Rp3,7 Miliar Terkuak, Pihak CV Mandiri Sejahtera Klaim Kantongi Bukti Kuat
Rabu 10-06-2026,16:59 WIB
DKP Kota Bengkulu Usulkan Anggaran Rp500 Juta untuk Bantu Nelayan dan Kelompok Perikanan
Rabu 10-06-2026,16:56 WIB
Helmi Hasan Terima Kunjungan Kapolda Bengkulu, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah
Rabu 10-06-2026,16:53 WIB
Helmi Hasan Evaluasi SPMB 2026, Sekolah Diminta Tak Tutupi Nilai Seleksi
Rabu 10-06-2026,16:35 WIB