JAKARTA -- Koordinator Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi, menegaskan, ujian nasional hanya membuat pelajar SMP dan SMA stres. Karenanya, Uchok menegaskan, sebaiknya ujian nasional dihapus saja. \"Ujian nasional kali ini evaluasinya agar ujian nasional dihapus saja. Ini tidak baik buat generasi SMA-SMP. Cuma bikin stres,\" kata Uchok, kepada wartawan, di gantor KPK, di Jakarta, Selasa (16/4). Seperti diketahui, pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2012-2013 dinilai amburadul. Hal itu dilihat dari beberapa daerah yang mengalami penundaan ujian nasional, akibat tidak lancarnya distribusi soal. Uchok menegaskan, proyek penggandaan dan distribusi soal ujian nasional saban tahun bukan proyek-proyek buat mencerdaskan anak-anak sekolah. Tapi, dia menduga ini cuma proyek mendapatkan fee di DPR dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. \"Proyek ini layak dihapus,\" tegasnya. Ia mengungkapkan, setiap tahun diduga ada pengaturan tender. \"Jadi di Kemendikbud tidak ada pemenang tender. Cuma ada pengaturan tender, pengaturan proyek, dan arisan,\" kata Uchok menegaskan. Karenanya, Uchok menegaskan, proyek-proyek di Kemendikbud harus dievaluasi. \"Karena anggarannya besar, tapi produk atau program dari anggaran itu tidak ada. Ujian nasional ini ada tapi menyimpang,\" kelakar Uchok. Ia pun menerangkan, kedatangannya ke KPK adalah karena dipanggil oleh pimpinan lembaga antirasuah ini. \"Kita dipanggil KPk buat memberikan info awal soal adanya dugaan korupsi penggandaan dan distribusi soal ujian nasional,\" kata Uchok. \"Karena kita lihat dari proses tender tidak adil. Karena pemenang tender adalah perusahaan-perusahaan yang menawarkan harga tinggi,\" tambah Uchok. Padahal, Uchok melanjutkan, ada beberapa perusahaan yang menawarkan harga rendah dan kapasitas baik tapi dikalahkan. \"Itu yang kita laporkan, dan bukti-bukti lain,\" katanya. Uchok pun berpesan agar KPK lebih cepat bergerak, jangan sampai didahului oleh tim dari Kemendikbud, yang dipimpin oleh Inspektur Jenderal Kemdikbud, Haryono Umar. \"Karena nanti bisa hilang semua datanya. KPK mesti bekerja lebih dulu buat mencari adanya penyimpangan di proses tender Kemendikbud,\" paparnya. (boy/jpnn)
FITRA sebut UN Hanya Proyek Cari Fee
Selasa 16-04-2013,19:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 11-06-2026,21:05 WIB
Implementasi Kerja Sama, Ketua Prodi Jurnalistik FISIP UNIB Jadi Narasumber Seminar Internasional
Jumat 12-06-2026,12:41 WIB
Sering Bingung Saat Menyusun Skripsi? Ruang Tuntas Siapkan Pendampingan dan Mentor Berpengalaman
Jumat 12-06-2026,13:13 WIB
Pemkot Bengkulu Ajak Masyarakat Semarakkan Festival Tabut 2026, Siap Hadirkan Beragam Atraksi Budaya
Jumat 12-06-2026,10:45 WIB
Pendaftaran AHM Best Student 2026 Dibuka, Astra Motor Bengkulu Ajak Gen Z Ciptakan Inovasi untuk Negeri
Jumat 12-06-2026,11:57 WIB
Gedung Dispora Bengkulu Selatan Rusak Parah, ASN Khawatir Keselamatan Kerja
Terkini
Jumat 12-06-2026,17:55 WIB
Kasus Dugaan Penggelapan Dana CV Mandiri Sejahtera, SOP dan Laporan Keuangan Perusahaan Dipertanyakan
Jumat 12-06-2026,17:52 WIB
Wakapolda Bengkulu Cek Kesiapan Pasukan dan Peralatan Dalmas, Tegaskan Pengamanan Aksi Harus Humanis
Jumat 12-06-2026,17:43 WIB
Korban Dugaan Investasi Bodong Capai Ratusan Orang, Terlapor Belum Diamankan
Jumat 12-06-2026,17:41 WIB
Dugaan Investasi Bodong Yeyen, BM PT PTP Nyaris Jadi Korban, Pegawai Rugi Rp 765 Juta
Jumat 12-06-2026,17:38 WIB