JAKARTA - Alasan sejumlah elit di Aceh yang ngotot tetap akan menggunakan bendera yang mirip bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan dalih itu merupakan simbol budaya, ditentang keras pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Firdaus Syam. Dikatakan, ditinjau dari aspek mana pun, bendera yang mirip bendera GAM itu lebih bernuansa politis dibanding budaya. \"Karena GAM merupakan gerakan separatis, yang masuk ranah politis,\" ujar Firdaus Syam kepada koran ini di Jakarta, kemarin (11/4). Deputi Bidang Politik Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unas itu mengatakan, jika memang ingin menonjolkan simbol budaya, Aceh bisa menggunakan simbol-simbol lain karena bumi Serambi Mekah itu merupakan daerah yang kaya budaya. Selain bisa menggunakan bendera Kesultanan Aceh seperti yang pernah mengemuka, Firdaus menyodorkan opsi, gunakan bendera bergambar rencong. \"Rencong itu kan juga simbol budaya khas Aceh. Kenapa tidak?\" cetus Firdaus. Nah, terkait dengan rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memanggil Gubernur Aceh Zaini Abdullah untuk membahas Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh, Firdaus mengingatkan presiden harus memanfaatkan pertemuan tersebut sebaik maungkin. Kata Firdaus, jangan sampai pertemuan itu nantinya hanya berupa dialog. \"Jangan hanya dialog. Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, sebagai pemegang kedaulatan NKRI, harus tegas. Bahwa kepentingan nasional, kepentingan menjaga wibawa NKRI, harus diutamakan dibanding kepentingan daerah,\" saran Firdaus. SBY, lanjut Firdaus, harus memahami bahwa jika persoalan ini tidak disikapi dengan tegas, maka akan terus terjadi ketegangan-ketegangan antara Jakarta dengan Aceh. \"Karena dampak penggunaan simbol separatis itu, psikologis bangsa ini tidak nyaman,\" katanya. Bagaimana jika ketegasan SBY menimbulkan penolakan dan gejolak di Aceh? Firdaus mengatakan, resiko politik pasti ada dan harus dihadapi. \"Ini untuk kepentingan negara,\" kata dia. Namun dia yakin, gejolak perlawanan jika pusat tegas melarang bendera Aceh mirip bendera GAM digunakan, tidak lah besar. \"Karena toh ada juga elemen masyarakat di Aceh yang menentang qanun itu,\" ucapnya. Dia berharap, para elit di Aceh mau menatap masa depan dengan baik. Pascakesepakatan Helsinki, kata dia, Aceh relatif tenang, pembangunan juga berjalan dengan baik. \"Kita semua berharap Aceh tetap damai, nyaman. Dulu, pusat dan semua daerah sangat berempati saat Aceh dilanda tsunami, karena merasa kita semua bersaudara, sebangsa. Mari kita jaga itu,\" pungkasnya. (sam/jpnn)
Bendera Aceh Disarankan Gambar Rencong
Jumat 12-04-2013,08:07 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 15-10-2026,09:51 WIB
BSSN Tegaskan Keamanan AI Tak Cukup, SDM Juga Harus Diperkuat
Kamis 15-10-2026,09:33 WIB
Salat Istisqa di Tengah Kabut Asap Karhutla, Ini Panduan Niat, Tata Cara dan Doa Memohon Hujan
Kamis 15-10-2026,11:41 WIB
Delegasi Indonesia Temukan Wajah Baru Diplomasi Digital di KBRI Moskow
Kamis 15-10-2026,09:29 WIB
Peringati Hari Santri 2026, Ini 5 Nilai Penting untuk Generasi Muda
Kamis 15-10-2026,11:12 WIB
3 Tips Dekat dengan Remaja di Era AI, Manfaatkan Fitur ChatGPT
Terkini
Kamis 15-10-2026,16:08 WIB
HUT ke-81 PMI, Herwan Antoni Tekankan Penguatan Layanan Kemanusiaan di Bengkulu
Kamis 15-10-2026,15:46 WIB
Baru Kota Bengkulu yang Punya SK Tim Verval KDMP Definitif, Wagub Mian Minta Kabupaten Mempercepat
Kamis 15-10-2026,15:32 WIB
Cerdas Finansial, UMKM Naik Kelas: PNM Gelar Seminar dan Pameran di Kota Bengkulu
Kamis 15-10-2026,15:24 WIB
Basarnas dan Pemkot Bengkulu Susun Strategi Penyelamatan Terpadu Hadapi Gempa
Kamis 15-10-2026,15:18 WIB