TORONTO--Research In Motion (RIM) melaporkan kerugiannya di kuartal kedua pada laporan fiskalnya sebesar USD 235 juta atau Rp 2,3 triliun. Kerugian tersebut disebabkan adanya persiapan platform baru telepon pintar untuk tahun depan serta melesetnya proyeksi pertumbuhan pelanggan BlackBerry di pasar luar negeri seperti India, Afrika Selatan dan Indonesia. Dijelaskan, laporan tersebut menunjukkan RIM dapat memperoleh kembali pelanggan di pasar pendapatan rendah seperti Asia dan Afrika. Meskipun harus kehilangan pasar untuk AS karena keberadaan Apple iPhone dan perangkat Android Google Inc (GOOG)\"s. Di sisi lain, perusahaan juga telah mampu mengurangi biaya operasional hingga 7,9 persen dan memperbesar nilai investasi sekitar USD 2,3 miliar pada akhir kuartal terakhir. \"Mereka tidak membuang uang dengan percuma dan itulah yang menenangkan investor,\" kata Neeraj Monga, seorang analis di investasi penelitian di Toronto seperti dilansir Bloomberg. Saham RIM sendiri melambung hingga 8,90 poin dalam perdagangan yang diperpanjang setelah laporan keuangan tersebut. Sebelumnya, nilai saham RIM kehilangan 68 persen dari nilai tahun lalu, setelah ditutup pada harga jual USD 7.14 di New York Stock Exchange. Sementara itu, dari sisi penjualan handset Blackberry jatuh hingga 31 persen menjadi USD 2,87 miliar pada periode 1 September. Total penjualan ponsel BlackBerry mencapai 7,4 juta dan 130.000 PlayBook tablet pada kuartal terakhir. Sedangkan pesaingnya seperti Apple, mampu menjual unit 5 juta dari iPhone yang terbaru hanya dalam satu pekan.Pelanggan RIM dilaporkan naik menjadi 80 juta pelanggan pada kuartal terakhir, dari sebelumnya sejumlah 78 juta di seluruh dunia. Namun, sulit untuk mendapatkan lebih banyak pendapatan dari para pelanggan karena kebanyakan konsumen merupakan pemakai kelas low end.RIM sendiri berencana meluncurkan BlackBerry 10 lineup awal tahun nanti. Generasi ini diharapkan menjadi tonggak kembalinya RIM menguasai pasar dunia. Ponsel baru yang telah tertunda satu tahun dari rencana semula tersebut, diprediksi sulit bersaing dengan perangkat terbaru Apple dan Android. (jpnn)
Blackberry Kembali Merugi
Sabtu 29-09-2012,00:05 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 19-10-2026,15:53 WIB
Syamsu Ihwan Nilai Eks Mess Pemda Strategis untuk Kantor Wali Kota dan Pengembangan Kawasan
Senin 19-10-2026,15:51 WIB
Tembus Grand Final Liga DMD MNC TV, Karisma Bawa Nama Bengkulu ke Panggung Nasional
Senin 19-10-2026,15:44 WIB
Empat Ruas Jalan di Mukomuko Direncanakan Dihotmix, Ini Perkembangan Terbarunya
Senin 19-10-2026,15:59 WIB
Drainase Perumahan Bumi Mas Dibangun, Warga Bentiring Kini Lebih Tenang Hadapi Musim Hujan
Senin 19-10-2026,16:03 WIB
Drainase di RT 08 Surabaya Permai 1 Dibenahi, Lingkungan Diharapkan Makin Nyaman
Terkini
Selasa 20-10-2026,11:38 WIB
Demo Ricuh Meluas di Albania, Perdana Menteri Tegas Tolak Mundur
Selasa 20-10-2026,11:34 WIB
Terungkap! Ini Alasan Arab Saudi Eksekusi Pria dan Wanita Bangladesh dalam Kasus di Masjid Mekkah
Selasa 20-10-2026,11:29 WIB
15 Contoh Soal TKA Sejarah SMA 2026 Lengkap dengan Jawaban, Yuk Latihan Sebelum Ujian!
Selasa 20-10-2026,11:11 WIB
Midnight Delivery Hadir, iPhone 18 Pro Bisa Sampai Rumah Pukul 02.00 WIB
Selasa 20-10-2026,11:06 WIB