Ini Dia Penyebab Rambut Rontok pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Kamis 01-08-2024,19:17 WIB
Reporter : Jamal Maarif
Editor : Jamal Maarif

BENGKULUEKSPRESS.COM - Penyebab rambut rontok pada remaja paling umum adalah perubahan kadar hormon selama masa pubertas atau penataan gaya rambut yang berlebihan. Bahkan, kekurangan zat gizi maupun kondisi medis tertentu juga bisa menyebabkan kerontokan rambut di usia remaja.

Rambut rontok tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga bisa dialami remaja. Tanda kerontokan rambut pun bisa berbeda-beda. Sebagian remaja bisa mengalami rambut rontok secara tidak merata atau penipisan rambut dan sebagian lainnya mengalami perubahan garis rambut.

BACA JUGA:Gangguan Somatoform: Sakit Dikarenakan Stres

Penyebab rambut rontok pada remaja biasanya bukan karena sesuatu yang berbahaya, melainkan akibat pengaruh hormon selama masa pubertas. Stres, sering panas-panasan di bawah terik matahari, dan penggunaan topi atau hijab yang terus-menerus, apalagi jika jarang dicuci, juga bisa memperparah kerontokan rambut selama pubertas.

Namun, jika remaja mengalami kerontokan rambut yang disertai gejala lain, itu bisa jadi salah satu tanda dari kondisi medis tertentu. Apabila dibiarkan, rambut rontok secara berlebihan dapat menyebabkan kebotakan dini.

Berbagai Penyebab Rambut Rontok pada Remaja
Berikut ini adalah beberapa penyebab rambut rontok pada remaja yang umum terjadi:

BACA JUGA:Tanda-Tanda Shopaholic dan Tips Cara Mengatasinya

1. Ketidakseimbangan hormon
Kadar hormon yang naik turun selama pubertas dapat memengaruhi pertumbuhan dan ketahanan rambut. Kondisi ini lebih umum dialami oleh remaja perempuan, karena siklus menstruasi yang berkaitan dengan perubahan kadar hormon.

2. Penataan rambut berlebihan
Tidak sedikit remaja yang mulai merawat dirinya agar tampil lebih menarik. Salah satunya adalah dengan mengubah atau menata gaya rambut, misalnya menggunakan gel rambut, smoothing, atau mencatok rambut setiap hari. Namun, perawatan rambut dengan bahan kimia atau penataan gaya rambut yang berlebihan justru berpotensi menyebabkan kerusakan rambut dan membuat rambut lebih mudah rontok.

3. Pewarnaan rambut
Penggunaan pewarna rambut juga bisa menjadi penyebab rambut rontok parah pada remaja. Bila tidak diiringi perawatan rambut yang rutin setelahnya, mewarnai rambut secara terus-menerus bisa memengaruhi kekuatan akar rambut dan menyebabkan rambut rusak. Akibatnya, rambut rontok pun tidak bisa dihindarkan.

BACA JUGA:Tips Atasi Stres akibat Masalah Keuangan dengan 5 Cara Ini

4. Kurap di kepala
Rambut rontok pada remaja juga sering disebabkan oleh kurap di kepala. Kurap merupakan infeksi jamur yang dapat menular ketika bersentuhan dengan kulit orang yang terinfeksi kurap. Selain itu, kurap kepala juga dapat menyebar melalui benda, misalnya berbagi barang pribadi seperti handuk, bantal, kerudung, dan sisir. Tidak hanya rambut rontok dan kebotakan di area tertentu, kurap di kepala juga ditandai dengan ruam di kulit kepala serta kulit kepala gatal dan bersisik.

5. Kurang gizi
Rambut rontok pada remaja juga bisa disebabkan oleh kekurangan nutrisi tertentu, terutama protein, vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin E, zinc, zat besi, dan biotin. Kekurangan nutrisi tersebut bisa terjadi karena diet yang terlalu ketat, ketidakseimbangan pola makan, dan makan terlalu banyak.

BACA JUGA:Cegah Berita Hoax di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa Melalui Guru dan Akademisi di Bengkulu

6. Obat-obatan
Beberapa obat atau perawatan medis dapat menyebabkan kerontokan rambut di usia remaja, seperti:
- Obat jerawat yang diminum, misalnya retinoid
- Antibiotik
- Antikonvulsan
- Antidepresan
- Kemoterapi
Meski begitu, kerontokan akibat obat biasanya hanya bersifat sementara selama pengobatan. Biasanya, rambut dapat tumbuh kembali setelah pengobatan selesai.

7. Sindrom ovarium polikistik
Sindrom ovarium polikistik atau PCOS adalah masalah kesehatan wanita yang menyebabkan kelebihan kadar androgen atau hormon seks pria. Wanita yang menderita PCOS, termasuk remaja wanita, bisa mengalami beberapa gejala seperti siklus menstruasi yang terganggu, kulit berjerawat, dan penipisan rambut. Penipisan rambut atau rambut rontok akibat PCOS umumnya bersifat sementara dan rambut bisa kembali tumbuh setelah ketidakseimbangan hormon diobati.

BACA JUGA:Pj Walikota dan Pejabat Pemkot Bengkulu Lomba Makan Kerupuk, Rangkaian Kemeriahan HUT Ke-79 RI

8. Gangguan tiroid
Gangguan tiroid terjadi ketika tubuh kekurangan atau kelebihan hormon tiroid. Kondisi ini bisa menyebabkan rambut rontok atau rambut rapuh. Rambut rontok yang disebabkan oleh kondisi tiroid biasanya ditandai dengan penipisan rambut secara merata di kulit kepala. Namun, penipisan rambut ini paling sering terjadi pada orang dengan penyakit tiroid yang parah atau berkepanjangan. Dengan perawatan yang tepat, rambut rontok karena gangguan tiroid bisa tumbuh kembali.

9. Alopesia traksi
Kebiasaan yang membuat rambut tertarik kencang, seperti kucir kuda, sanggul, atau kepang, bisa menjadi penyebab rambut rontok pada remaja. Kondisi ini dalam istilah medis disebut dengan alopesia traksi. Alopesia traksi bisa terjadi karena tarikan kencang pada rambut secara terus-menerus, sehingga dapat mematahkan helaian rambut. Seiring berjalannya waktu, hal ini bisa merusak folikel rambut sehingga rambut pun mudah rontok.

BACA JUGA:Sepekan 3 Kali Peristiwa Penikaman di Bengkulu Selatan, 2 Meninggal Dunia dan 2 Luka-luka

10. Alopesia areata
Alopesia areata adalah kondisi autoimun yang menyebabkan rambut rontok. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut dan menyebabkan kerontokan rambut. Tidak hanya di kepala, alopesia areata juga ditandai dengan kerontokan rambut di alis dan bulu mata. Gejala alopesia areata bisa mulai terlihat sejak masa remaja atau dewasa sebelum usia 30 tahun.

Selain itu, ada berbagai penyebab rambut rontok pada remaja lainnya, seperti faktor keturunan dan trikotilomania, yaitu gangguan psikologis ketika seseorang merasakan kebutuhan yang sangat besar untuk mencabut rambutnya sendiri.

11. Alopesia androgenetik
Alopesia androgenetik adalah kerontokan rambut yang dapat terjadi pada pria maupun wanita. Meski lebih sering muncul pada orang dewasa, kelainan rambut tersebut juga dapat timbul selama masa remaja. Penyebab dari kondisi ini diketahui karena keturunan kebotakan di keluarga, khususnya dari ayah.

Namun, pengaruh hormon androgen dan faktor lingkungan, misalnya paparan sinar matahari terus-menerus, polusi, dan infeksi kuman pada kulit kepala, juga bisa meningkatkan risiko terjadinya alopesia androgenetik. Pada remaja pria, alopesia androgenetik dapat menyebabkan kerontokan sampai membentuk kebotakan di garis rambut bagian depan. Sementara di remaja wanita, kebotakan cenderung terlihat di puncak kepala.

BACA JUGA:Apa Itu Avoidant Personality Disorder

Cara Mengatasi Rambut Rontok pada Remaja
Penanganan rambut rontok pada remaja bisa bervariasi tergantung penyebabnya. Pada dasarnya, kondisi ini bisa diatasi terlebih dahulu dengan merawat rambut dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, seperti:

- Keramas setiap 2–3 hari sekali
- Memilih sampo yang tepat sesuai jenis rambut
- Keramas dengan air dingin atau hangat kuku
- Melonggarkan ikatan rambut atau tidak menggunakannya terus-menerus
- Mengurangi penataan rambut berlebihan
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
- Mengelola stres dengan baik, misalnya dengan melakukan hobi
- Tidur yang cukup
- Minum air putih yang cukup
- Berolahraga secara rutin

Bila penyebab rambut rontok pada remaja tidak ditangani dengan benar, kerontokan rambut yang parah tentu bisa menyebabkan penderitanya stres dan tidak percaya diri. (**)

Kategori :