JAKARTA - Pelaksanaan ujian nasional (unas) 2013 benar-benar spesial. Bayangkan hingga sepekan menjelang ujian, anggaran yang seharusnya ditransfer dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ke pemprov masih misterius. Anggaran itu penting untuk honor pengawas distribusi naskah, pengawas ujian, serta keperluan teknis lain.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Khairil Anwar Notodiputro mengakui, anggaran Unas 2013 yang seharusnya ditransfer ke daerah itu memang masih mampet.
\"Alhamdulilah, rencananya Senin besok (hari ini, red). Saya sudah ngecek ke PPK (pejabat pembuat komitmen, red) yang bertanggung jawab dalam pencairan,\" kata dia Minggu (7/4).
Guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) asal Madura itu membenarkan bahwa anggaran untuk Unas itu sempat diblokir Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun dia bersyukur akhirnya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Balitbang berhasil lepas dari jerat pemblokiran Kemenkeu meski waktu pencairannya mepet sekali dengan pelaksanaan Unas.
Menurut Khairil, anggaran Unas yang ditransfer ke masing-masing pemprov berbeda-beda karena tergantung dari jumlah pengawas dan peserta ujian di provinsi tersebut. Misalnya di Provinsi Jawa Timur, anggaran Unas mencapai Rp 39 miliar. \"Angka pastinya saya tidak hafal. Semuanya dipegang PPK,\" tutur dia.
Pihak Kemendikbud memastikan keterlambatan pencairan anggaran unas untuk seluruh provinsi di Indonesia ini tidak akan mengganggu pelaksanaan ujian. Misalnya untuk honor pengawas, baru diberikan ketika ujian telah rampung. Sedangkan untuk distribusi soal ujian, Khairil menegaskan sudah ditanggung percetakan pemenang tender.
Kemendikbud juga menyoroti kasus pendistribusian naskah Unas di Jawa Timur. Muncul dugaan, pihak Pemprov Jatim sengaja mengulur pendistribusian naskah ujian untuk daerah khusus yang saat ini sudah tiba di Surabaya.
Alasannya, petugas yang kebagian jatah ikut dan mengawasi mengirimkan naskah itu belum memegang honorarium. Jika dugaan ini benar, pihak Kemendikbud sangat menyayangkannya karena bisa berpotensi menganggu pelaksanaan Unas yang harus tepat waktu.
Supaya kasus naskah Unas untuk daerah khusus tidak tertahan di ibukota provinsi, Khairil mengatakan bahwa Kemdikbud sudah mengirim surat ke seluruh pemprov. Inti surat itu adalah, jaminan anggaran unas untuk daerah cair hari ini. Sehingga, seluruh pemprov dituntut mendistribusikan naskah ujian sesuai waktu yang telah ditetapkan.
Sebagaimana diketahui, pendistribusian naskah ujian untuk daerah khusus harus sudah berjalan dari ibukota provinsi sejak H-10 unas. Sedangkan untuk distribusi di daerah normal, berlangsung mulai H-3 pelaksanaan unas.
Pelaksanaan unas dianggap sudah matang jika naskah ujian sudah ada di Rayon atau Sub Rayon. Pasalnya, umumnya lokasi tempat penyimpanan terakhir itu berdekatan dengan sekolah pelaksana unas. (wan)
Anggaran Unas untuk Daerah Dijanjikan Cair Hari Ini
Senin 08-04-2013,09:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 29-08-2026,16:04 WIB
Astra Motor Bengkulu Ajak Pelajar Asah Kreativitas di Media Sosial Lewat SMKreator
Sabtu 29-08-2026,12:50 WIB
Kabut asap menguatkan ancaman ISPA
Sabtu 29-08-2026,12:42 WIB
Zulhas Targetkan Pembenahan Tata Kelola MBG Sebelum 20 Oktober 2026
Sabtu 29-08-2026,12:48 WIB
Ekoenzim, Solusi Hemat dengan Limbah Bermanfaat
Sabtu 29-08-2026,12:53 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 GWp Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Terkini
Sabtu 29-08-2026,16:06 WIB
AHM Photo Competition 2026 Hadirkan Empat Subtema, Siapkan Hadiah Sepeda Motor dan Uang Tunai
Sabtu 29-08-2026,16:04 WIB
Astra Motor Bengkulu Ajak Pelajar Asah Kreativitas di Media Sosial Lewat SMKreator
Sabtu 29-08-2026,16:02 WIB
AHM Buka Program Young School Influencer 2026, Pelajar Bisa Belajar Jadi Content Creator
Sabtu 29-08-2026,12:56 WIB
Industri Minyak Atsiri Indonesia Makin Wangi di Pasar Global
Sabtu 29-08-2026,12:53 WIB