Apa Saja Keutamaan dari Puasa Syawal, Berikut Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Senin 08-04-2024,05:00 WIB
Reporter : Ari Apriko
Editor : Ari Apriko

Hal tersebut disampaikan Ustaz Adi Hidayat dalam ceramah yang videonya diunggah oleh kanal Youtube Adi Hidayat Official.

"Ada sesuatu yang begitu istimewa masih di rangkaian bulan Syawal, jika fi hari pertama kita bisa melaksanakan sholat Idul Fitri, bercengkrama dengan keluarga, membangun silaturahmi yang sangat erat," terang Ustaz Adi Hidayat.

"Maka di hari kedua hingga akhir bulannya ada sebuah bentangan yang sangat istimewa yang hanya terdapat pada bulan Syawal," tambah Ustaz Adi Hidayat.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, Sahabat Abu Ayyub Al-Ansari menerima sebuah pesan penting dari Nabi Muhammad SAW. Pesan tersebut kemudian dirangkum oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya dengan nomor hadis 1164. Hadis tersebut berbunyi:

"Barang siapa puasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seperti berpuasa sepanjang masa. Sebulan ditambah selama 6 hari ini nilainya setara dengan satu tahun," sampai Ustaz Adi Hidayat.

Dari hadits tersebut terdapat tiga hal penting tentang puasa syawal.

Yang pertama , Rasulullah SAW memberikan penghargaan yang besar kepada umat Muslim untuk melengkapi amal ibadah mereka dengan berpuasa selama enam hari setelah bulan Ramadan. Pahala bagi seseorang yang melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal dianggap setara dengan satu tahun penuh berpuasa.

BACA JUGA:Amalan Dianjurkan Rasul Saat Ramadhan, Ustaz Adi Hidayat: Langsung Dibangunkan Istana di Surga

BACA JUGA:Bagaimana Syarat Sholat Jamak Saat Tengah Mudik? Simak Penjelasan Ustaz Adi Hidayat Berikut Ini

Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Quran surah Al An'nam ayat 160 yang artinya:

"Barangsiapa berbuat kebaikan akan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan akan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizhalimi),".

Jika seseorang mampu menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, kemudian pahalanya dikalikan 10, maka nilainya setara dengan 10 bulan.

Dengan asumsi satu bulan memiliki 30 hari, maka hasilnya adalah 300 hari. Selanjutnya, jika seseorang melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal dan mengalikannya dengan 10, maka hasilnya adalah 60.

Oleh karena itu, ketika 300 hari dari puasa Ramadan ditambah 60 hari dari puasa Syawal, maka totalnya menjadi 360 hari.

Ini menunjukkan nilai luar biasa yang diberikan Allah SWT sebagai hadiah kepada umat Nabi Muhammad SAW yang mengamalkan ibadah tersebut dengan bimbingan Rasul-Nya.

Kedua, ada dua metode yang dapat digunakan untuk melaksanakan puasa Syawal, yaitu secara berturut-turut atau dengan jeda. Pelaksanaannya, puasa Syawal dapat dimulai dari hari kedua hingga akhir bulan Syawal.

Kategori :