WAKTU pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SD, SMP dan SMA tinggal tinggal hitungan jari. Namun 22 siswa dari seluruh Indonesia terancam batal mengikuti UN karena divonis melanggar tata tertib sekolah. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyayangkan pelarangan tersebut.
Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, mengatakan 22 siswa tersebut meliputi siswa dari SMP Negeri dan SMA Negeri. Salah satu yang mengadu adalah, Sudirman, 17, siswa SMAN 7 Kabupaten Tangerang. ”Dia ini dilarang mengikuti UN oleh sekolahnya karena ketahuan menikah dini,” ungkap Arist di Kantor Komnas (PA) Jalan T.B. Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa, (2/4).
Arist menjelaskan, 22 siswa yang di larang ikuti UN itu berasal dari seluruh Indonesia. Beberapa di antaranya dari Wayngapu, Sumba Timur (NTT), Payakumbuh, Padang (Sumatera Barat) Sibolga, Sumatera Utara dan Tangerang. ”Untuk wilayah DKI Jakarta, sampai saat ini belum ada laporan siswa yang tidak mengikuti UN,” kata Arist.
Dikatakan, para siswa yang bermasalah itu dilarang mengikuti UN karena di keluarkan sepihak oleh pihak sekolah. Alasannya mereka melanggar tata tertib sekolah. Kasus ke 22 siswa itu antaralain, kedapatan menikah dini, hamil, dan mencuri. Menurut Arist, pelarangan mengikuti UN oleh pihak sekolah itu secara nyata melanggar konstitusi yakni UU Sistem Pendidikan Nasional terutama yang menyangkut UN.
”Sesuai konstitusi Ujian Nasional adalah hak siswa. Karenanya pihak manapun tidak boleh melarang siswa mengikuti UN,\" ujarnya. Arist mengatakan atas perilaku siswa yang dianggap melanggar tatatertib sekolah, dia sepakat jika pihgak sekolah menjatuhkan sanksi. Namun, dia menolak tegas jika sekolah melarang siswa mengikuti UN.
”Komnas Anak tidak mentolerir perilaku siswa yang keliru. Sekolah bisa saja menjatuhkan sanksi atau skorsing. Tapi bukan melarang siswa mengikuti UN,” ucapnya. Berdasarkan laporan dari 22 siswa itu, pihaknya berencana akan menyurati Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan meminta agar ke 22 siswa tersebut tetap bisa mengikuti UN.
”Jika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak meresponnya kami akan ajukan judicial review dan Class Action dan kami berharap Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan menindak lanjuti laporan Komnas PA dan menginstruksikan ke pihak sekolah agar ke 22 siswa tersebut di perbolehkan mengikuti UN,”pungkasnya. (dni)
22 Anak Terancam Gagal UN
Rabu 03-04-2013,07:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 10-06-2026,16:59 WIB
DKP Kota Bengkulu Usulkan Anggaran Rp500 Juta untuk Bantu Nelayan dan Kelompok Perikanan
Rabu 10-06-2026,17:03 WIB
Dugaan Penggelapan Rp3,7 Miliar Terkuak, Pihak CV Mandiri Sejahtera Klaim Kantongi Bukti Kuat
Rabu 10-06-2026,16:53 WIB
Helmi Hasan Evaluasi SPMB 2026, Sekolah Diminta Tak Tutupi Nilai Seleksi
Rabu 10-06-2026,16:17 WIB
Berkendara Dekat Bukan Berarti Aman, Ini Imbauan Astra Motor Bengkulu soal Safety Riding
Rabu 10-06-2026,16:56 WIB
Helmi Hasan Terima Kunjungan Kapolda Bengkulu, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah
Terkini
Kamis 11-06-2026,13:32 WIB
Pemkot Bengkulu Usulkan Lima Proyek Infrastruktur ke Program Inpres Jalan Daerah 2025
Kamis 11-06-2026,13:29 WIB
DPRD Kota Bengkulu Pastikan Seluruh Aset Daerah Tercatat dan Terlindungi Lewat Pansus Aset
Kamis 11-06-2026,13:28 WIB
Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Tata Area UMKM Selama Festival Tabot 2026
Kamis 11-06-2026,12:22 WIB
Gandeng BPK Bengkulu, Disdikbud Mukomuko Siap Gelar Festival Benteng Anna 2026
Kamis 11-06-2026,12:18 WIB