Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, makin bimbang memutuskan penggunaan sistem ganjil genap, dalam penanganan kemacetan di Ibukota. Bahkan, orang nomor dua di DKI itu menyebutkan, rencana penerapan ganjil genap ada kemungkinan dibatalkan.
Ahok mengaku lebih condong memilih menerapkan sistem jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP), dengan alasan lebih menguntungkan untuk Pemprov.
\"Jadi kalau ditanya ganjil genap batal ga, ya ga batal lha wong digodok menuju ERP. Tapi bisa batal ga, ya bisa juga karena ERP lebih cepat. Kalau syaratnya terpenuhi,\" ujar Ahok, sapaan akrab Basuki, Selasa (2/4).
Ahok mengaku, saat ini lebih fokus pada sistem Eletronic Road Pricing. Karena melalui sistem ini, Ahok memperkirakan DKI akan dapat keuntungan. Yakni, hasil pembayaran pemilik kendaraan, akan masuk ke kas daerah dan diolah menjadi APBD. Menurutnya, dengan menerapkan ganjil genap itu tidak ada untung ekonomisnya.
\"Ganjil genap hanya menguntungkan salah satu pihak. Ada juga, orang beli mobil lebih banyak,\" tegasnya.
Lebih lanjut, Ahok juga mengkritik Ditlantas Polda Metro Jaya yang sudah mempersiapkan fasilitas loket penukaran pelat agar pemilik kendaraan bisa menukarkan kendaraan. Ahok menilai langkah Ditlantas terlalu tergesa-gesa. \"Itu hak polisi dong. Kalau polisi sudah mulai tukar, maka kita makin lama kajiannya,\" terangnya.
Seperti diketahui, berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta ganjil genap diyakini bisa mengurai kemacetan di Jakarta hingga 40 persen. Terutama di jalan-jalan protokol. Kini kendaraan yang melintas mencapai 262.313.31 unit per jam. Bila sistem ini berjalan, diprediksi jumlahnya akan berkurang menjadi 121.567.28 unit. Setiap satu jam jumlah kendaraan pribadi yang beredar berkurang 140.746.02 unit dengan kondisi itu, mobil atau motor bisa melaju sampai 41,2 km per jam yang sebelumnya hanya 20,8 km per jam. (wok)
Ahok Bimbang, Ganjil Genap Mungkin Dibatalkan
Rabu 03-04-2013,06:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 29-03-2026,20:04 WIB
Ini Enam Penyakit Pasca Lebaran yang Harus Diwaspadai
Minggu 29-03-2026,19:51 WIB
Pengungkapan Judi Online Berlanjut, Dorongan Publik Perkuat Pengawasan Pembayaran Digital
Minggu 29-03-2026,19:02 WIB
Pantai Zakat Jadi Primadona Libur Lebaran, Wisatawan Nikmati Serunya Bermain Air
Minggu 29-03-2026,17:54 WIB
Korsleting Listrik Dominasi Kasus Kebakaran di Bengkulu, 25 Insiden Terjadi Awal 2026
Minggu 29-03-2026,20:10 WIB
Arus Balik Lebaran 2026 di Jalan Tol Trans Sumatera Meningkat Tembus 213 Ribu Kendaraan
Terkini
Senin 30-03-2026,16:40 WIB
Apel Perdana Pasca Lebaran, Bupati Mukomuko Tekankan Disiplin Hingga Percepatan Pelayanan Publik
Senin 30-03-2026,16:37 WIB
Didukung Penuh IKAL, Mahoni Championship SMAN 2 Kota Bengkulu Berlangsung Meriah
Senin 30-03-2026,16:34 WIB
Dr. Idham Kholid Resmi Jabat Kajari Mukomuko, Sinergi Forkopimda Kian Solid
Senin 30-03-2026,16:30 WIB
Hemat BBM dan Biaya Operasional, ASN Mukomuko Segera Uji Coba WFH Satu Hari dalam Seminggu
Minggu 29-03-2026,20:10 WIB