BENGKULU, BE – Tak kurang dari 20 titik lahan yang ada di Provinsi Bengkulu, rawan konflik. Jumlah tersebut tersebar di seluruh kabupaten di Provinsi Bengkulu. Lahan tersebut sudah diberikan HGU oleh Pemprov kepada para pengusaha besar untuk mengelolanya. Atas kenyataan tersebut, bertepatan dengan hari tani ke-52 kemarin, puluhan petani yang tergabung dalam berbagai organisasi, dan aliansi mahasiswa, turun ke jalan. Mereka menuntut agar Pemprov Bengkulu dapat bertindak tegas untuk tidak memberikan, dan menandatangani izin HGU di beberapa lahan yang masih ada milik warga. Sehingga konflik berdarah sebagaimana yang terjadi antara warga dengan PT SIL (Seluma), ataupun warga berhadapan dengan PT Bio Nusantara (Benteng), tidak terjadi. Sebelum melakukan aksi damai di Simping Lima, para petani dan mahasiswa tersebut berkumpul di halanan Masjid Jamik. Kemudian sekitar pukul 10.00 WIB, massa bergerak menuju simpang lima secara long march. Kemudian orasi dilakukan di bawah patung kuda. Massa yang berjumlah sekitar 40 orang tersebut, mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Korlap aksi, Delpin Indriadi, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan peringatan tersendiri bagi Pemprov Bengkulu, dan BPN. Dimana lahan seluas 463.964,54 Ha telah diberikan kepada pengusaha besar, hingga akhirnya mengorbankan para petani lokal. Hingga akhirnya, konflik akan terus terjadi jika ketegasan memang belum ada. Aksi di simpang lima tersebut dilakukan dengan orasi selama kurang lebih 30 menit. Dalam orasinya para petani ini menilai masih belum sejahtera karena pemerintah terus mengabaikannya. Padahal, mereka sangat berperan memberikan suplai pangan kepada seluruh masyarakat Bengkulu, namun sama sekali tidak dihargai. Dengan membawa tulisan yang bernada kecaman, serta kekecewaan terhadap Pemprov, para demonstran meminta agar pemerintah, dan BPN benar-benar bisa mewujudkan reformasi agraria yang terus digaungkan. “Tuntutan kami sebaiknya didengarkan, jangan seperti orang tuli yang duduk di kursi empuk dengan pendingin udara. Hingga kapanpun kami akan tetap memberikan perlawanan, dan konflik sosial akan terus tumbuh jika pemerintah tidak bergerak,” tukasnya. Setelah puas melakukan orasi, tepat pukul 11.00 peserta demonstarasi ini membubarkan diri. Aksi tersebut masih akan terus dilanjutkan, hingga Pemprov menuruti permintaan petani. Aksi tersebut pasti akan kembal terjadi, bahkan dengan massa lebih besar lagi. (160)
Puluhan Petani Gelar Demo
Selasa 25-09-2012,08:10 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 23-07-2026,11:42 WIB
Senator Destita Dukung Program Presiden Wujudkan Pendidikan Gratis dan Berkualitas Lewat Sekolah Rakyat
Kamis 23-07-2026,13:07 WIB
Korupsi Dana BOS SMPN 2 Rejang Lebong, Kejari Tetapkan Tiga Tersangka
Kamis 23-07-2026,13:17 WIB
DLHK Bengkulu Selatan Ambil Sampel Limbah PT SBS, Hasil Uji Laboratorium Dibuka ke Publik
Kamis 23-07-2026,13:34 WIB
HANI 2026 Jadi Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Kota Bengkulu Bersinar
Terkini
Kamis 23-07-2026,17:05 WIB
Polda Bengkulu Musnahkan Barang Bukti 25 Paket Sabu Hasil Pengungkapan Kasus Narkotika
Kamis 23-07-2026,16:55 WIB
Tiga Terdakwa Kasus OTT KPK Dugaan Suap Proyek Ijon di Rejang Lebong Dituntut 2 Tahun Penjara
Kamis 23-07-2026,14:32 WIB
Ketersediaan Solar Nelayan Dipastikan Aman, Dinas Kelautan Kota Bengkulu: Penyaluran di SPBUN Tetap Normal
Kamis 23-07-2026,13:34 WIB
HANI 2026 Jadi Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Kota Bengkulu Bersinar
Kamis 23-07-2026,13:17 WIB