Warga Korea Utara (Korut) selama ini ternyata dipaksa untuk membuat pupuk untuk pemerintah. Menurut sumber dari China, pupuk itu berasal dari kotoran warga yang dikumpulkan hingga mencapai ratusan kilogram. \"Pupuk merupakan suatu hal yang paling penting untuk manabur bibit di musim semi, namun Korut tidak pernah menggunakan pupuk kimia. Pemerintah Korut akhirnya meminta warganya untuk membuat pupuk hingga mencapai ratusan kilogram,\" ujar sumber yang tak mau disebut identitasnya, seperti dikutip Chosun Ilbo, Senin (1/4/2013). Kewajiban untuk mengumpulkan feses itu ternyata menciptakan masalah lain yang menjijikkan di tataran warga negeri komunis Korea itu. Warga ternyata sering mencuri feses warga lainnya di toilet jongkok. \"Ada semacam kasus pencurian (feses) di toilet jongkok karena ini (kebijakan pengumpulan pupuk). Dan warga pun mulai menyiapkan gembok untuk mengunci kamar mandinya,\" papar sumber dari China itu. Sejak 2007 silam, Korea Selatan (Korsel) memasok 300 ribu ton pupuk kimia ke Korut. Dan pada 2012 lalu, para petani Korut berhasil bercocok tanam dengan bantuan China. Meski demikian, bantuan dari Negeri Panda itu terus berkurang karena Korut mengabaikan peringatan China dalam uji coba nuklir. Salah seorang pakar politik Korut di China berpendapat, negeri komunis itu tidak hanya memaksa warganya untuk mengumpulkan kotorannya sendiri. Mereka juga dipaksa untuk mengumpulkan besi tua.(**)
Warga Korut Dipaksa Kumpulkan Kotorannya Sendiri
Senin 01-04-2013,20:45 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 28-03-2026,16:26 WIB
6 Tahun Program Takziah Berjalan, Wali Kota Bengkulu Konsisten Hadir Malam Ketiga
Sabtu 28-03-2026,17:51 WIB
Pria 28 Tahun di Teluk Segara Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumah, Keluarga Tolak Otopsi
Sabtu 28-03-2026,16:28 WIB
Skema Mark Up Terkuak, 9 Tersangka Korupsi Proyek PLTA Musi Rugikan Negara Rp13 Miliar
Sabtu 28-03-2026,16:59 WIB
321 Sekolah di Kota Bengkulu Gunakan Smart TV, Dorong Pembelajaran Digital
Sabtu 28-03-2026,17:14 WIB
Menkomdigi Tegaskan Tak Ada Kompromi, Platform Digital Wajib Patuh PP Tunas
Terkini
Minggu 29-03-2026,13:29 WIB
Warga Tangkap Terduga Begal di Sindang Kelingi, Satu Pelaku Kabur
Sabtu 28-03-2026,21:00 WIB
Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat
Sabtu 28-03-2026,18:13 WIB
Rekomendasi Mobil Keluarga 7 Seater Murah dan Kuat Tanjakan
Sabtu 28-03-2026,17:51 WIB
Pria 28 Tahun di Teluk Segara Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumah, Keluarga Tolak Otopsi
Sabtu 28-03-2026,17:14 WIB