BLAMBANGANUMPU– Kasus pembunuhan sadis terhadap terhadap pengusaha karet, M. Ikhwan Nasution (35) alias Ucok, akhirnya terungkap. Pembunuhan itu ternyata didalangi oleh sopirnya sendiri, Triono (32). Namun dia tidak sendiri. Ada tiga tersangka lain yang saat ini juga sudah ditahan.Kapolres Way Kanan AKBP Yulias S.IK, SH melalui Kasatreskrim AKP Yohanes SH dan Kapolsek Blambangan Umpu AK Ansori SH menerangkan, sejak awal memang sudah mencurigai sopir korban sebagai tersangka. Sebab, saat diminta keterangan, tersangka berbelit belit dan selalu berbeda penjelasannya.
“Kami memang sudah mencurigai tersangka, hanya saja masih memerlukan keterangan dan petunjuk yang dapat memastikan keterlibatannya. Untuk itulah kami sampai beberapa kali membawanya mengulangi rentetan peristiwa sebelum dan setelah kejadian, sehingga ahirnya tersangka tidak dapat mengelak lagi dan bahkan si sopir itulah yang bertindak selaku otak pembunuhan itu,” jelas Kasatreskrim, Sabtu (30/3).
Kapolsek menambahkan, saat ini pihaknya telah mengamankan tiga pelaku lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. ketiganya masih menjelani pemeriksaan intensif untuk mengtahui keterlibatannya masing- masing.
“Keempat orang itu semuanya ada keterkaitan, tetapi untuk kepentingan pengungkapan kasus ini, baru Trino yang dapat kami sampaikan ke publik sebagai tersangka, tapi kami berjanji besok (hari ini, Red) akan ungkapkan semua, termasuk nama-nama tersangka lainnya dan apa saja barang bukti yang telah kami amankan,” terang Kapolsek.
Terungkapnya kasus itu direspons positif pihak keluarga korban. Asmuni, selaku paman korban berharap polisi memproses hukum para tersangka. “Tak sia-sia kami mempercayakan penanganan kasus ini pada pihak kepolisian, karena buktinya kasus ini bisa terungkap,” tegas Asmuni.
Diketahui, korban tewas mengenaskan. Tubuhnya mengalami sejumlah luka bacok, bahkan ususnya terburai. Warga Kampung Gunungsangkaran, Kecamatan Blambanganumpu, ini menjadi korban perampokan pada Rabu (27/3) pukul 23.00 WIB di jalan Lintas Sumatera, Kampung Tanjungraja Giham.
Baheram, orang tua korban, mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir memang berprofesi bisnis karet dari petani setempat. Karet itu dijual ke Palembang, Jambi, dan Padang.
Sekian lama menggeluti bisnis karet itu, Ucok tidak pernah ada masalah. Baik dengan rekan-rekannya sesama pembeli ataupun dengan tempat penjualan. Menjelang kejadian, korban bersama sopirnya, Triono, baru pulang dari Padang. Sampai di tempat kejadian, Triono menelepon dan memberitahukan mengalami kecelakaan. “Ketika kami ke sana, ternyata korban sudah meninggal. Ada beberapa luka tusuk dan bacokan. Bahkan ada ususnya yang terburai,” tutur Baheram. (sah/adi)
Majikan Dibunuh Supir Dengan Sadis
Minggu 31-03-2013,20:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 16-05-2026,15:46 WIB
Target 1.506 Koperasi Merah Putih di Bengkulu, Kenyataannya Belum Satu Pun Berjalan
Sabtu 16-05-2026,15:42 WIB
Vonis Bebas Korupsi Tol Bengkulu-Taba Penanjung, Kejati Pastikan Kasasi ke Mahkamah Agung
Sabtu 16-05-2026,13:26 WIB
Edukasi Safety Riding: FIF Group Bengkulu Diajak Jaga Jarak Aman Berkendara Hingga Beri Tips Keselamatan
Sabtu 16-05-2026,14:24 WIB
Kejar Target UHC 2027, BPJS Kesehatan Bintuhan Sisir 2.755 Warga Kaur yang Belum Terdaftar
Sabtu 16-05-2026,13:55 WIB
Astra Motor Bengkulu Gencarkan Edukasi Safety Riding untuk Tekan Angka Kecelakaan
Terkini
Sabtu 16-05-2026,20:13 WIB
Tertarik Bergabung dengan Produsen Motor Terbesar? PT AHM Cari Talenta Berbakat untuk Head Office
Sabtu 16-05-2026,15:46 WIB
Target 1.506 Koperasi Merah Putih di Bengkulu, Kenyataannya Belum Satu Pun Berjalan
Sabtu 16-05-2026,15:42 WIB
Vonis Bebas Korupsi Tol Bengkulu-Taba Penanjung, Kejati Pastikan Kasasi ke Mahkamah Agung
Sabtu 16-05-2026,15:33 WIB
Kejuaraan Daerah POSSBI Srikandi U-15 Regional Bengkulu 2026 Resmi Digelar
Sabtu 16-05-2026,15:31 WIB