JAKARTA – Dua mantan Petinggi Partai Demokrat yang ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional, di Bukit Hambalang, Sentul, Jawa Barat, tak juga diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng yang menyandang status tersangka sejak 6 Desember lalu dan Mantan Ketum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum yang berstatus sebagai tersangka sejak 22 Maret lalu.
Juru Bicara KPK, Johan Budi, menyatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi pada dua kasus itu. \"Baik dalam konteks pembangunan maupun penerimaannya (gratifikasi),\" ujar Johan, di Kantor KPK, Kamis (28/3).
Terkait kapan tersangkanya akan diperiksa, Johan menjelaskan, memang sampai saat ini KPK belum menjadwalkan. Namun, sudah pasti KPK akan memeriksa kedua tersangka itu. “Tapi, pasti akan dijadwalkan,” pungkas Johan.
Bekas Menteri Pemuda Olahraga yang juga bekas Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional, di Bukit Hambalang, Sentul, Jawa Barat.
Sedangkan Anas, bekas Ketua Umum PD ini dijerat sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi terkait proyek P3SON itu dalam kapasitasnya sebagai bekas Anggota DPR.
Hari ini KPK melanjutkan pemeriksaan terhadap para saksi dua kasus tersebut. Untuk kasus Andi, KPK memeriksa Purwadi Hendra Purnomo, dari PT Adhi Wika. “Yang bersangkutan hadir,” terang Johan. Sedangkan untuk kasus Anas, KPK sebenarnya menjadwalkan memeriksa Wasyidh dari kalangan swasta. “Tapi, yang bersangkutan belum hadir,” kata dia. (boy/jpnn)
KPK “Belum Berminat” Periksa Andi dan Anas
Kamis 28-03-2013,21:45 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 10-06-2026,10:45 WIB
Promo Motor Mulai Rp900 Ribuan Ramaikan Event HOLAHOOP di SMKN 3 Seluma
Rabu 10-06-2026,16:59 WIB
DKP Kota Bengkulu Usulkan Anggaran Rp500 Juta untuk Bantu Nelayan dan Kelompok Perikanan
Rabu 10-06-2026,16:17 WIB
Berkendara Dekat Bukan Berarti Aman, Ini Imbauan Astra Motor Bengkulu soal Safety Riding
Rabu 10-06-2026,17:03 WIB
Dugaan Penggelapan Rp3,7 Miliar Terkuak, Pihak CV Mandiri Sejahtera Klaim Kantongi Bukti Kuat
Rabu 10-06-2026,16:53 WIB
Helmi Hasan Evaluasi SPMB 2026, Sekolah Diminta Tak Tutupi Nilai Seleksi
Terkini
Rabu 10-06-2026,17:03 WIB
Dugaan Penggelapan Rp3,7 Miliar Terkuak, Pihak CV Mandiri Sejahtera Klaim Kantongi Bukti Kuat
Rabu 10-06-2026,16:59 WIB
DKP Kota Bengkulu Usulkan Anggaran Rp500 Juta untuk Bantu Nelayan dan Kelompok Perikanan
Rabu 10-06-2026,16:56 WIB
Helmi Hasan Terima Kunjungan Kapolda Bengkulu, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah
Rabu 10-06-2026,16:53 WIB
Helmi Hasan Evaluasi SPMB 2026, Sekolah Diminta Tak Tutupi Nilai Seleksi
Rabu 10-06-2026,16:35 WIB