LONDON - Laporan Jurnal Proceedings of The National Academy of Sciences menyebutkan, kolonisasi manusia menyebabkan kepunahan lebih dari 1.000 ribu spesies burung beberapa tahun lalu di Kepulauan Pasifik.
Menurut para ilmuwan, di antara spesies yang hilang adalah unggas air besar dari Hawaii dikenal sebagai moa-nalos dan burung besar New Caledonian dikenal sebagai Sylviornis yang memiliki beratnya sekitar 66 pon atau 30 kilogram.
\"Jika kita memperhitungkan semua pulau-pulau lainnya di Pasifik tropis, serta burung laut dan burung berkicau, korban kepunahan total mungkin telah sekitar 1.300 spesies burung,\" kata Tim Blackburn, direktur Zoological Society London kepada livescience, Senin (25/3).
Dijelaskan, antara 700 dan 3.500 tahun lalu, para pelaut kuno menjelajahi pulau-pulau terpencil yang tersebar di seluruh Samudra Pasifik, berburu burung lokal dan melakukan deforestasi di pulau-pulau tersebut. Terhitung sejak kedatangan pertama kali manusia di kepulauan Pasifik hal ini menyebabkan berkurangnya populasi burung secara drastis.
Namun, karena catatan fosil dari pulau-pulau yang tidak lengkap, para peneliti tidak bisa tahu persis berapa banyak spesies burung mati, dengan perkiraan mulai dari 800 sampai lebih dari 2.000 spesies. Untuk mendapatkan perkiraan yang lebih baik, Blackburn dan rekan-rekannya menganalisis fosil di 41 pulau Pasifik dan catatan sejarah burung terbang, seperti burung dodo, yang lebih mungkin dapat ditemukan dalam catatan fosil.
Mereka kemudian menciptakan model matematika untuk memperkirakan tingkat kepunahan pada masing-masing pulau. Tim menemukan setidaknya 983 spesies burung mati setelah pulau-pulau Pasifik yang terjajah, termasuk burung berkicau, burung laut dan lain-lainnya.
Kondisi pulau yang semakin kering akibat deforestasi mendorong tingkat kepunahan lebih tinggi, sehingga burung tidak ada tempat untuk bersembunyi. Burung bersayap memiliki potensi 30 kali lebih mungkin untuk bertahan hidup atas ekspansi manusia daripada burung yang tidak bisa terbang.
Burung-burung besar pun lebih sering cepat punah, seperti halnya spesies unik yang hanya ditemukan di pulau-pulau Pasifik. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kolonisasi Eropa di Pasifik menyebabkan gelombang kepunahan yang kedua.(esy/jpnn)
Ribuan Spesies Burung Punah Akibat Ekspansi Manusia
Selasa 26-03-2013,21:02 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 28-03-2026,16:26 WIB
6 Tahun Program Takziah Berjalan, Wali Kota Bengkulu Konsisten Hadir Malam Ketiga
Sabtu 28-03-2026,14:59 WIB
Puluhan Karyawan PT AIP di Seluma Dirumahkan, Perusahaan Hentikan Operasi 31 Maret 2026
Sabtu 28-03-2026,17:51 WIB
Pria 28 Tahun di Teluk Segara Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumah, Keluarga Tolak Otopsi
Sabtu 28-03-2026,16:28 WIB
Skema Mark Up Terkuak, 9 Tersangka Korupsi Proyek PLTA Musi Rugikan Negara Rp13 Miliar
Sabtu 28-03-2026,14:45 WIB
Kabar Gembira, Petani Mukomuko Bakal Diguyur Bantuan Replanting Rp60 Juta Per Hektare
Terkini
Sabtu 28-03-2026,18:13 WIB
Rekomendasi Mobil Keluarga 7 Seater Murah dan Kuat Tanjakan
Sabtu 28-03-2026,17:51 WIB
Pria 28 Tahun di Teluk Segara Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumah, Keluarga Tolak Otopsi
Sabtu 28-03-2026,17:14 WIB
Menkomdigi Tegaskan Tak Ada Kompromi, Platform Digital Wajib Patuh PP Tunas
Sabtu 28-03-2026,16:59 WIB
321 Sekolah di Kota Bengkulu Gunakan Smart TV, Dorong Pembelajaran Digital
Sabtu 28-03-2026,16:30 WIB