WASHINGTON--Setiap tahun, infeksi bakteri dan virus, termasuk rotavirus, batuk dan paru-paru basah, membunuh lebih dari dua juta bayi di bawah enam bulan. Bayi-bayi rentan, karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terlalu matang untuk merespon vaksin secara benar. Kondisi ini mendorong para ilmuwan mencari vaksin super, guna melindungi keselamatan bayi. Oleh karenanya, imunisasi biasanya tidak diberikan kepada bayi berusia kurang dari dua bulan. Hal ini termasuk vaksinasi untuk melindungi dari rotavirus, yang dapat menyebabkan diare parah, dan polio, yang diterima secara berseri oleh bayi yang lebih berumur. Namun di negara-negara miskin, kelahiran barangkali waktu satu-satunya bagi seorang anak untuk berhubungan dengan penyedia layanan kesehatan. Menurut para peneliti penyakit menular di Harvard Medical School di Boston, Massachusetts, tengah mencari cara untuk melindungi kesehatan bayi yang baru lahir untuk menutup celah kerentanan tersebut. “Kita ingin merancang vaksin super yang diberikan pada saat bayi lahir dan barangkali hanya perlu satu kali atau lebih sedikit suntikan. Namun dengan memberikannya lebih dini, kita dapat menutup jendela kerentanan dalam jadwal imunisasi yang ada saat ini,” ujar Ofer Levy salah seorang peneliti, dikutip dari laman VOA. Levy dan sebuah tim peneliti di Harvard dan Rumah Sakit Anak-Anak Boston telah mengidentifikasi molekul sintetis kecil, disebut VTX-294, yang menstimulasi respon kekebalan tubuh yang kuat dalam sampel-sampel sel darah putih pelindung yang diambil dari tali pusar bayi yang baru lahir. Senyawa tersebut, sebuah bahan tambahan vaksin, dapat membuat imunisasi lebih efektif, berpotensi menyelamatkan hidup jutaan bayi di seluruh dunia setiap tahun. Meski VTX-294 juga memancing reaksi kuat dalam sampel darah orang dewasa, para peneliti mengatakan respon bayi yang baru lahir sama kuatnya, bahkan bisa lebih kuat. VTX-294 mengaktivasi sejenis sel darah putih yang disebut sel yang mengandung antigen, yang penting dalam vaksin-vaksin yang sukses. Sel antigen ini membantu sistem kekebalan mengenali dan menghancurkan mikroorganisme-mikroorganisme penyebab penyakit jika dilawan menyusul pemberian vaksinasi. VTX-294 juga diklaim lebih dahsyat dibandingkan senyawa lain yang diuji sejauh ini dalam riset untuk mendorong respon kekebalan tubuh bayi-bayi yang baru lahir. Para peneliti juga sedang melihat apakah senyawa tersebut dapat mendongkrak sistem-sistem kekebalan tubuh pasien kankter jadi agen-agen anti-kanker dapat lebih efektif.(esy/jpnn)
VTX-294 Vaksin Super Lindungi Bayi
Rabu 13-03-2013,07:15 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 07-04-2026,09:23 WIB
Ribuan KK Terdampak Banjir, BPBD Kota Bengkulu Masih Lakukan Pendataan
Selasa 07-04-2026,08:58 WIB
Bantuan Bedah Rumah di Bengkulu Segera Jalan, Ini Syarat Penerimanya
Selasa 07-04-2026,08:39 WIB
Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Bengkulu Selatan Keluhkan Penurunan Pembeli
Selasa 07-04-2026,08:42 WIB
Kejari Mukomuko Musnahkan Barang Bukti 34 Perkara, Ganja Dibakar dan Sabu Dilarutkan
Selasa 07-04-2026,10:08 WIB
Penguatan Budaya Daerah dan Perlindungan Bahasa Lokal Dibahas Dalam Raker DPD RI
Terkini
Selasa 07-04-2026,17:05 WIB
Hari Pertama TKA SMP di Kota Bengkulu Diwarnai Kendala Teknis, Disdik Lakukan Evaluasi Harian
Selasa 07-04-2026,16:53 WIB
Sekolah Terdampak Banjir di Bengkulu Didata, SDN 89 Masih Libur Sementara
Selasa 07-04-2026,16:32 WIB
Polda Bengkulu Geledah RSKJ Soeprapto dan BKAD, Dalami Dugaan 'Jual-Beli' Rekrutmen Non ASN
Selasa 07-04-2026,16:28 WIB
Layanan Darurat Mendesak, Dinkes Mukomuko Usul Tambahan Ambulans untuk RS Pratama Ipuh
Selasa 07-04-2026,16:26 WIB