SIDNEY -- The Reserve Bank of Australia (RBA) atau Bank Sentral Australia menjadi target serangan hacker. Selain ancaman hacker, serangan malware yang tersembunyi di dalam email juga turut mengintai nasabahnya. Meski tidak ada data hilang dan sistemnya diklaim tidak berhasil ditembus, namun serangan atas entitas bisnis ini mengkhawatirkan. RBA sendiri tidak menuding siapa di balik serangan-serangan itu, termasuk apakah berasal dari China seperti yang ramai disalahkan Amerika. \"Bank memiliki pengaturan keamanan komprehensif di tempat yang terisolasi serangan ini dan memastikan bahwa virus tidak tersebar di seluruh jaringan bank atau sistem,\" ujar sumber RBA seperti dilaporkan BBC (11/3). Menurut penyelidikan Australian Financial Review, salah satu serangan terselubung dalam email \"Strategis perencanaan FY2012\" yang dikirim dan dibuka oleh beberapa staf Bank Sentral Australia, ternyata berisi sebuah aplikasi malware, yang berhasil mem-bypass kontrol keamanan yang ada. Tapi untungnya tidak dapat menyebar melalui sistem komputer. Pemerintah China sendiri telah berulang kali menyangkal di belakang serangan-serangan maya tersebut. (esy/jpnn)
Bank Sentral Australia Diserang Hacker
Rabu 13-03-2013,06:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 01-11-2026,20:24 WIB
New Honda Genio Tampil Kalcer Makin Retro dengan Warna Baru
Senin 02-11-2026,11:21 WIB
Panduan Stek dan Sambung Pucuk Kopi Robusta, Cara Petani Bengkulu Tingkatkan Hasil Panen
Minggu 01-11-2026,20:20 WIB
Siap Melesat di Sepang, Pebalap Muda Binaan Astra Honda Bidik Podium IM4AC
Senin 02-11-2026,10:58 WIB
Gaji Sering Habis Sebelum Tanggal 15? Coba Atur Keuangan dengan Metode 50/30/20
Senin 02-11-2026,13:17 WIB
Ramalan Cinta 12 Shio November 2026, Ada yang Berpeluang Bertemu Pasangan Hidup!
Terkini
Senin 02-11-2026,16:04 WIB
Wawali Ronny Tobing Ikut Donor Darah Sambut HUT ke-29 Bank Mandiri Bengkulu
Senin 02-11-2026,16:01 WIB
Bukan Sekadar Proyek, Mian Minta Infrastruktur Bengkulu Tuntaskan Keluhan Rakyat
Senin 02-11-2026,13:25 WIB
Pemerintah Indonesia Desak Rusia Tak Lagi Rekrut WNI untuk Perang
Senin 02-11-2026,13:21 WIB