JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III Almuzzammil Yusuf mengharapkan Badan Narkotika Nasional (BNN) mampu menjadi lembaga pemberantasan narkoba yang terukur dan berdampak positif bagi bangsa dan negara ini. Sebab, narkoba merupakan zat paling berbahaya karena menyerang nyawa, fisik, mental, dan akal para pecandunya dan dikelola secara rapi oleh mafia internasional.
\"Saya dan mungkin juga publik sangat berharap banyak ke BNN agar bisa menjadikan pemberantasan narkoba menjadi gerakan nasional yang terukur dan bermanfaat bagi bangsa dan negara ini,\" kata Almuzzammil Yusuf, di gedung DPR, Senayan Jakarta, Kamis (7/3).
Almuzzammil mengatakan korban narkoba saat ini sudah mencapai 4,5 juta orang, mayoritas anak-anak dan remaja serta menimbulkan kerugian materil mencapai Rp48 triliun per tahun.
”Kami menantang BNN agar bekerja lebih keras untuk menjadikan pemberantasan narkoba menjadi gerakan nasional yang massif dengan melibatkan pejabat negara, parpol, LSM, akademisi, mahasiswa, ulama, dan tokoh masyarakat,” harapnya.
Dikatakannya, ASEAN pada 2015 sudah bertekad bersih dari peredaran narkoba. \"DPR berkomitmen untuk mewujudkan visi ASEAN 2015 tersebut dan menjadikan BNN sebagai garda terdepan melaksanakannya.
Lebih lanjut Muzzammil membandingkan kinerja BNN dengan Badan Intelejen Negara lainnya seperti KPK yang berhasil menangkap koruptor dengan strategi penyadapannya, serta Densus 88 yang berhasil melumpuhkan teroris dengan serangannya di tempat yang berbeda-beda di wilayah Indonesia.
\"Kinerja KPK dengan penyadapan sudah terpublish luar biasa di media dengan menangkap para koruptor di kalangan pejabat negara. Densus 88 dengan penyadapan juga sangat luar biasa berantas teroris dengan cara menangkap orang-orang di tempat yang tersebar. Kenapa BNN terlihat lebih senyap?,\" tanya politisi PKS itu.
Seharusnya semua jaringan bandar narkoba di lembaga pemasyarakatan bisa segera dibongkar dengan cepat melalui penyadapan yang dilakukan oleh tim intelijen BNN terhadap mereka. “Tapi BNN terlihat sulit melacak pengedar narkoba di lembaga pemasyarakatan,” imbuhnya.
Masih menurut Muzzamil, dengan terungkapnya kasus narkoba yang melibatkan Raffi Ahmad, BNN mestinya dapat mengetahui gembong narkoba yang selama ini memasok para artis dan anak-anak muda.
\"Tapi ternyata yang diungkap hanya para pemakai saja. Dari sudut ini kerja penyadapan BNN kurang sukses karena belum sampai menyadap bandarnya,\" kata anggota DPR dari Lampung itu. (fas/jpnn)
DPR Anggap BNN Gagal Endus Jaringan Narkoba
Jumat 08-03-2013,06:25 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 08-10-2026,10:20 WIB
Dr Tirta Ungkap Cara Naikkan Berat Badan Sehat, Ternyata Bukan Sekadar Banyak Makan
Kamis 08-10-2026,10:04 WIB
Tak Banyak yang Tahu, Plasma Darah Ternyata Jadi Bahan Baku Obat Hemofilia
Kamis 08-10-2026,09:58 WIB
Kasus Pencabulan Anak 5 Tahun Berujung Vonis Bebas, Ibu Korban Pertanyakan Keadilan
Kamis 08-10-2026,09:49 WIB
IHSG Terjun ke 6.146, Lonjakan Harga Minyak Jadi Pemicu
Kamis 08-10-2026,10:34 WIB
S1 Jurnalistik FISIP UNIB Gelar Seminar Nasional, Bahas Masa Depan Jurnalisme di Era AI
Terkini
Kamis 08-10-2026,15:23 WIB
Wali Kota Dedy Wahyudi Minta Pegawai Perumda Tirta Hidayah Solid dan Hindari Utang Berlebihan
Kamis 08-10-2026,15:19 WIB
Kinerja 1.875 PPPK Paruh Waktu Mukomuko Dievaluasi, Hasilnya Jadi Dasar Perpanjangan Masa Kerja
Kamis 08-10-2026,15:03 WIB
Dua Lahan Eks-HGU dan Satu Kawasan Hutan Dibahas dalam Rapat Reforma Agraria Mukomuko
Kamis 08-10-2026,13:50 WIB
Baru 38 Persen Jukir Perpanjang SPT, Bapenda Kota Bengkulu Beri Tenggat hingga 10 Oktober
Kamis 08-10-2026,13:15 WIB