BENGKULU, bengkuluekspress.com - Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Tanntawi Dali, S. Sos mendesak agar pemerintah segera mencabut izin tambang batu bara PT. Inmas Abadi yang berada di Taman Wisata Alam (TWA) Seblat di Kabupaten Bengkulu Utara. Pasalnya aktivitas pertambangan tersebut dianggap sangat menggangu keberlangsungan hidup habitat gajah yang ada di sana. \"Jika TWA ini tetap dijadikan ativitas pertambangan, maka akan merusak sistem ekosistem disana,\" ujar Tantawi, Senin (8/11). Menurutnya, disitu kan jelas merupakan tempat pelatihan gajah tetapi malah dijadikan tambang batu bara. \"Saya berpendapat tambang itu harus dihentikan,\" tegasnya. Ia mengungkapkan, ketika dirinya masih duduk di kursi DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, pihaknya juga sudah menolak atas izin pendirian tambang batu bara tersebut. \"Dari dulu ketika saya masih di DDRD Kabupaten itu sudah kita tolak untuk penerbitan IUP (Izin Usaha Pertambangan). Tetapi dengan berjalannya waktu ternyata IUP nya terbit,\" sesalnya. Maka, pihaknya meminta agar izin PT. Inmas Abadi untuk segera dicabut. Karena sudah merebak dimasyarakat, termasuk para tokoh masyarakat bahwa itu sudah menyalahi fungsi lahan dari TWA menjadi tambang batu bara. Sementara itu, sebelumnya Manager Kampanye Energi Kanopi Hijau Indonesia Olan Sahayu mengatakan runtuhnya daya dukung dan daya tampung bentang seblat akan merugikan banyak pihak. “Petani merugi, karena ancaman banjir bandang di wilayah persawahan dan kebun mereka, pelaku wisata merugi karena tidak ada lagi daya tarik yang bisa dinikmati oleh wisatawan lokal maupun internasional,” sesalnya. Selain itu, pihaknya juga menuntut Gubernur atau Menteri untuk mencabut izin No. i.315 ESDM tahun 2017 tentang izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi kepada PT. Inmas Abadi yang menjadi asal muasal kekacauan bentang seblat. \"Aksi ini merupakan rangkaian penolakan yang sudah sejak lama disuarakan sejak adanya izin pada tahun 2017,\" tegasnya. Menurutnya, negara akan merugi karena program konservasi yang sudah dilaksanakan akan sia-sia, belum lagi biaya yang akan dikeluarkan negara jika banjir bandang menghantam. \"Permintaan kami hanya meminta kepada menteri untuk tidak bermain-main dengan keselamatan bentang seblat, terlalu banyak korban yang akan jatuh jika bentang seblat hancur, satwa gajah, harimau, serta aktivitas pemenuhan kebutuhan hidup warga,\" tutupnya. (HBN)
Selamatkan Gajah, Cabut Izin Tambang
Senin 08-11-2021,15:12 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 27-07-2026,10:03 WIB
Daftar 26 Mahasiswa Baru S2 Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu yang Lulus Tes TPA dan Wawancara
Senin 27-07-2026,11:06 WIB
Sambut HUT RI ke-81, AMJ Gelar Turnamen Badminton Berhadiah Rp10 Juta
Senin 27-07-2026,15:59 WIB
Audit BPKP Bergulir, Dugaan Korupsi Rp6,2 Miliar di Disparpora Kepahiang Terus Diusut
Senin 27-07-2026,15:55 WIB
Waspada Kemarau, Damkar Kota Bengkulu Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Sampah Sembarangan
Senin 27-07-2026,15:46 WIB
Spektakuler! Kota Bengkulu Raih Rekor Dunia LEPRID Lewat Tari KATERA 15 Ribu Penari
Terkini
Senin 27-07-2026,16:10 WIB
Pria Mengaku Polisi Diduga Bawa Kabur Motor Warga di Selupu Rejang
Senin 27-07-2026,16:05 WIB
Fenomena 'Kotak Kosong' Masuk Desa, Ini Peta Aturan Baru Pilkades Serentak di Mukomuko
Senin 27-07-2026,16:03 WIB
Satu Tahun Buron, Pelaku Pencurian Tas dan Peralatan Tukang di Pantai Panjang Ditangkap Polisi
Senin 27-07-2026,16:01 WIB
Tiga Terdakwa Korupsi Pamsimas Mukomuko Jalani Sidang Perdana, Tak Ajukan Eksepsi
Senin 27-07-2026,15:59 WIB