BENGKULU, BE - Anggota DPD RI Dapil Provinsi Bengkulu, Hj Riri Damayanti John Latief mendesak Kementerian ESDM agar memenuhi permintaan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah untuk mencabut izin usaha pertambangan (IUP) PT Inmas Abadi. Sebab, perusahan batu bara tersebut akan beroperasi di wilayah Sebelat Kabupaten Bengkulu Utara yang saat ini menjadi ekosistem gajah. \"Kita sangat dukung agar UIP perusahaan batu bara yang akan beroperasi di wilayah hutan Sebelat ditinjau ulang. Kita sampaikan langsung juga ke Kementerian ESDM,\" kata Riri kepada BE, kemarin (6/11). Ditegaskan Riri, kawasan IUP PT Inmas Abadi yang akan memproduksi batu bara di wilayah Sebelat itu, juga masuk pada kawasan Pusat Latihan Gajah (PLG). Jika tambang batu bara itu teroperasi, akan sangat mengganggu ekosistem hutan dan habitat gajah. \"Semua jenis usaha apapun itu, tidak boleh mengganggu puspa dan satwa yang ada. Karena ini menyangkut kelangsungan hidup manusia di muka bumi,\" tuturnya. Riri juga menegaskan, Bengkulu tentu akan memberikan karpet merah kepada semua calon investasi. Namun, investor juga tidak boleh merusak ekosistem yang selama ini dijaga. Karena dampaknya juga akan dirasakan oleh semua kehidupan masyarakat. \"Tidak boleh ada sedikit orang mencari keuntungan dengan membuat rugi kehidupan banyak orang,\" bebernya. Tidak hanya itu, dalam momen Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang diperingati setiap tanggal 5 November sesuai Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional, menurut Riri, hal ini perlu terus diingat dan diperingati. Agar keberlangsungan kehidupan terus terjaga. \"Sayangi setiap puspa dan satwa yang ada agar mereka tetap mendatangkan keberkahan untuk manusia. Karena bisa jadi sebenarnya saat ini Allah SWT tidak turunkan hujan lagi buat manusia lantaran banyaknya dosa dan kemaksiatan, namun karena kasih sayang-Nya kepada puspa dan satwa yang tak bersalah, hujan tetap Allah turunkan,\" ujarnya. Sementara itu, pada momen Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Riri juga mengapresiasi Kepolisian Resor Mukomuko yang berhasil menyita tiga ekor burung yang statusnya hampir punah, yaitu dua ekor Budbud/Tokhtor Sumatera (Carpococcyx viridis) dan satu burung elang hitam (Ictinaetus malaiensis) belum lama ini. \"Kasus ini seperti fenomena gunung es. Yang nampak sedikit, tapi kejadian yang sebenarnya banyak. Pemerintah perlu lebih banyak lagi mensosialisasikan kepada masyarakat mana saja satwa-satwa ataupun puspa yang dilindung,\" tutupnya. (151)
Cabut Izin PT Inmas Abadi!
Sabtu 06-11-2021,20:32 WIB
Reporter : Dendy BE
Editor : Dendy BE
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 25-08-2026,12:55 WIB
Simak 7 Tips dan Cara Merawat Sepatu Kulit Agar Tetap Bagus dan Tahan Lama
Selasa 25-08-2026,18:23 WIB
Ini Dia 5 Cara Efektif Mengurangi Nyeri Haid
Selasa 25-08-2026,13:09 WIB
5 Golongan Orang yang Selamat di Hari Kiamat Menurut Islam, Apakah Kamu Termasuk?
Selasa 25-08-2026,19:03 WIB
Cara Mudah agar Sholat Khusyuk, Gus Baha: Semua Orang Pasti Bisa
Selasa 25-08-2026,15:17 WIB
Ini Dia 10 Manfaat VCO Untuk Wajah Pilihan yang Aman dan Efektif Perawatan
Terkini
Selasa 25-08-2026,19:03 WIB
Cara Mudah agar Sholat Khusyuk, Gus Baha: Semua Orang Pasti Bisa
Selasa 25-08-2026,18:23 WIB
Ini Dia 5 Cara Efektif Mengurangi Nyeri Haid
Selasa 25-08-2026,17:36 WIB
Pasar Barukoto I Bengkulu Berubah, Kini Jadi Ruang Kuliner dan Nongkrong Baru
Selasa 25-08-2026,16:09 WIB
Pembangunan Jembatan Dimulai, Akses Jalan Pancur Mas Bengkulu Ditutup Total
Selasa 25-08-2026,15:33 WIB