JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman mengaku siap jika dirinya ditunjuk sebagai ketua umum Partai Demokrat menggantikan posisi Anas Urbaningrum.\"Saya siap,\" kata Hayono kepada wartawan di DPR, Jakarta, Kamis (28/2).
Namun demikian pria kelahiran 25 April 1955 itu mengaku Marzuki Alie yang berpotensi untuk menjadi ketua umum partai berlambang mercy tersebut.
Alasannya karena Marzuki menempati posisi kedua setelah Anas pada saat pemilihan ketua umum Partai Demokrat tahun 2010 lalu. Selain itu Hayono menerangkan wakil ketua dewan pembina Partai Demokrat itu akan mampu menggairahkan Demokrat.
\"Marzuki itu memiliki dukungan riil di masyarakat, ini yang akan memudahkan. Selain itu Marzuki pernah menjadi Sekjen. Karena itu saya yakin ia mampu menggairahkan Partai Demokrat untuk memudahkan pengelolaan partai,\" terangnya.
Terpisah, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari mengatakan Marzuki merupakan salah satu sosok yang potensial untuk mengisi kursi ketua umum partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.
\"Yang potensial Marzuki karena ia pernah maju (sebagai calon ketua umum),\" kata Qodari. (gil/jpnn)
Dukungan Marzuki jadi Ketum Demokrat Menguat
Kamis 28-02-2013,22:08 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 02-11-2026,11:21 WIB
Panduan Stek dan Sambung Pucuk Kopi Robusta, Cara Petani Bengkulu Tingkatkan Hasil Panen
Senin 02-11-2026,13:17 WIB
Ramalan Cinta 12 Shio November 2026, Ada yang Berpeluang Bertemu Pasangan Hidup!
Senin 02-11-2026,10:58 WIB
Gaji Sering Habis Sebelum Tanggal 15? Coba Atur Keuangan dengan Metode 50/30/20
Senin 02-11-2026,16:01 WIB
Bukan Sekadar Proyek, Mian Minta Infrastruktur Bengkulu Tuntaskan Keluhan Rakyat
Senin 02-11-2026,13:25 WIB
Pemerintah Indonesia Desak Rusia Tak Lagi Rekrut WNI untuk Perang
Terkini
Senin 02-11-2026,16:04 WIB
Wawali Ronny Tobing Ikut Donor Darah Sambut HUT ke-29 Bank Mandiri Bengkulu
Senin 02-11-2026,16:01 WIB
Bukan Sekadar Proyek, Mian Minta Infrastruktur Bengkulu Tuntaskan Keluhan Rakyat
Senin 02-11-2026,13:25 WIB
Pemerintah Indonesia Desak Rusia Tak Lagi Rekrut WNI untuk Perang
Senin 02-11-2026,13:21 WIB