BENGKULU, Bengkuluekspress.com - Pada tahun 2021 Pemerintah Provinsi Bengkulu mengkaji ulang terhadap besaran dan penilaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN Pemprov Bengkulu. Jika selama ini mengacu pada golongan dan jabatan maka ditahun depan indikator penilaian akan disesuaikan pula dengan kelas jabatan serta target kinerja. \"Sebelumnya kan diberikan berdasarkan jabatan atau pendapatan golongan. Kalau sekarang kan berdasarkan kelas jabatan,\" kata kepala BKD Provinsi Bengkulu Ir. Diah Irianti, MSi, Rabu (14/4). Diah mengatakan, pastinya di dalam proses perubahan tersebut, akan ada TPP yang tadinya tinggi jadi rendah. Maupun sebaliknya karena chaos jabatan tadi. \"Nah itu nantinya akan jadi bahan evaluasi kita,\" ujarnya. Diah menambahkan, termasuk untuk penghitungan absensi tahun ini juga ada perubahan. Jika biasanya penilaian absensi dan kinerja ASN 50 persen absensi dan 50 persen kinerja. Nah, saat ini penilaiannya kehadiran hanya 40 persen sedangkan kinerjanya 60 persen.(HBN)
Pemprov Bengkulu Evalusi TPP ASN
Rabu 14-04-2021,17:56 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 30-08-2026,19:49 WIB
7 Kebiasaan Sederhana untuk Membantu Menjaga Kesehatan Tubuh Setiap Hari
Minggu 30-08-2026,19:44 WIB
10 Cara Memanfaatkan AI untuk Membantu Pekerjaan Sehari-hari
Minggu 30-08-2026,19:04 WIB
Mukomuko Tingkatkan 9 Ruas Jalan dengan Anggaran Rp8,8 Miliar, Ditargetkan Rampung Desember 2026
Minggu 30-08-2026,18:12 WIB
Pemkot Bengkulu Pastikan Stok BBM Aman, Warga Diminta Tak Panik
Minggu 30-08-2026,17:59 WIB
Pasien RSHD Kota Bengkulu Meningkat, Perubahan Cuaca Diduga Picu Influenza hingga DBD
Terkini
Minggu 30-08-2026,23:12 WIB
AKPY, BPDP, dan Ditjenbun Perkuat Kompetensi Pekebun, Setiap Tahap Tentukan Nilai Sawit
Minggu 30-08-2026,19:49 WIB
7 Kebiasaan Sederhana untuk Membantu Menjaga Kesehatan Tubuh Setiap Hari
Minggu 30-08-2026,19:44 WIB
10 Cara Memanfaatkan AI untuk Membantu Pekerjaan Sehari-hari
Minggu 30-08-2026,19:04 WIB
Mukomuko Tingkatkan 9 Ruas Jalan dengan Anggaran Rp8,8 Miliar, Ditargetkan Rampung Desember 2026
Minggu 30-08-2026,18:57 WIB