Sang pembuat, Verdie Feryawan, mahasiswa Teknik Elektro ITS, memberi nama karyanya tersebut Swarn. Dia menciptakan robot itu untuk keperluan tugas akhir.
\"Tugas akhir saya adalah memprogram robot-robot ini,\"\" jelas Verdie. Program yang dimaksud adalah program yang bisa membuat robot-robot tersebut dipisah di dalam satu area yang penuh halang rintang. Kemudian, Swarn bersatu kembali ketika dikomando sang leader.
Rencananya, tugas akhir tersebut dikumpulkan Juni mendatang. Untuk menguji karyanya, Verdie bakal membuat area berhalang rintang tersebut. Selain menguji kemampuan Swarn, Verdie berencana menambah jumlah robot yang kini berjumlah lima menjadi 15 buah.
Achmad Zaini, dosen pembimbing Verdie, mengungkapkan, konsep robot itu bisa dikembangkan untuk keperluan penanganan bencana alam. Di tempat-tempat yang sulit dijangkau, robot tersebut bisa disebarkan untuk mencari petunjuk.
Nanti robot dapat dilengkapi kamera untuk memberikan data pada pengguna. \"\"Makanya, tesnya dilakukan di area yang penuh halang rintang. Area itu dianalogikan kawasan bencana,\"\" papar Kasi Rangkaian Logika pada jurusan teknik elektro tersebut.
Zaini mengakui, robot buatan mahasiswa itu baru berasal pada skala penelitian. Jadi, masih diperlukan pengembangan lagi untuk diaplikasikan ke masyarakat. \"\"Tetapi, kalau konsep dasarnya sudah dikuasai, pengembangannya tak bakal terlampau sulit,\"\" ucap alumnus Hochschule Darmstadt, Jerman, tersebut.
Dia menjelaskan, pada prinsipnya, saat melakukan perangkaian dan pemprograman pada robot, etos kerja mahasiswa dibentuk. Misalnya, ketelitian, ketekunan, kesabaran, dan ketenangan. Mereka juga dituntut menghafal sesuatu yang sudah dilakukan.
\"\"Itu adalah etos yang dibutuhkan bagi seorang ilmuwan untuk mengembangkan sebuah penelitian. Termasuk, robot,\"\" paparnya. Menurut Zaini, tidak semua robot yang sekarang dipakai buatan Verdie. Mahasiswanya tersebut membeli dalam bentuk jadi.
Namun, itu bukan berarti anak didiknya tersebut tak bisa membuat robot. \"\"Kami bisa membuat robot Swarn secara detail, tetapi memakan waktu. Verdie hanya ditugasi membuat pemprograman. Insya Allah, kalau disuruh buat robot, dia sudah punya dasarnya,\"\" tegas Zaini. (rio/c8/fid)
Rancang Robot untuk Penanganan Bencana
Selasa 19-02-2013,21:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 08-06-2026,15:13 WIB
Mahasiswa BK FKIP UNIB Magang di Sahabat Profesional Indonesia, Siapkan Diri Hadapi Dunia Kerja
Senin 08-06-2026,12:43 WIB
Tangis Haru Sambut Kepulangan Jemaah Haji Bengkulu, Dedy Wahyudi Kenang Perjuangan Berat di Tanah Suci
Senin 08-06-2026,11:28 WIB
Vario 125 Raih Favorite Bike, Astra Motor Bengkulu: Bukti Skutik Ini Tak Tertandingi
Senin 08-06-2026,11:14 WIB
Honda Gelar HOLA HOOP TOP di SMKN 3 Seluma, Hadirkan Hiburan hingga Promo Motor Mulai Rp900 Ribuan
Senin 08-06-2026,11:50 WIB
Gaji ke-13 ASN Mukomuko Mulai Cair, Kelompok Pegawai Ini Dipastikan Absen
Terkini
Senin 08-06-2026,20:04 WIB
Astra Motor Bengkulu Perkuat Edukasi di Sekolah Binaan SMKN 3 Seluma Lewat Seminar Pendidikan
Senin 08-06-2026,20:02 WIB
Astra Motor Bengkulu Hadirkan Edukasi Digital untuk Siswa Binaan di SMKN 3 Seluma
Senin 08-06-2026,20:01 WIB
Astra Motor Bengkulu Kenalkan Layanan Digital Motorku X di Sekolah Binaan SMKN 3 Seluma
Senin 08-06-2026,18:09 WIB
Gandeng Jurnalis, Astra Motor Bengkulu Edukasi Sekolah Binaan Cegah Hoaks dan Bijak Bermedia Sosial
Senin 08-06-2026,18:03 WIB