Hijabers Comunity Bengkulu
Dijelaskan Uni Desi (panggailan) dirinya dan keempat rekanya yang lain mendirikan komunitas hijaber ini berawal dari hobi browsing internet dan melihat info hijaber di Jakarta. \"Jakarta yang telah dulu mendirikan Hijaber, karena di Bengkulu belum ada maka kam berlima berpendapat untuk mendirikanya disini. Sekedar wadah berkumpul kaum perempuan yang sudah berniat untuk berjilbab,\" ungkapnya.
Lebih lanjut ibu dua anak tersebut menjelaskan bahwa, komunitas Hijabers ini terbuka untuk semua kalangan baik anak-anak maupun yang sudah berkeluarga. \"Kita tidak memberikan batas usia untuk menjadi anggota, yang terpenting sudah berniat untuk memaki jilbab dan tidak akan melepasnya lagi,\" paparnya.
Dijelaskan Desi didalam komunitasnya tersebut setiap satu bulan satu kali dilakukan kegiatan arisan dan pengajian sekaligus diberikan materi mengenai cara berjilbab dengan baik dan benar. \"Kita disini juga memberikan materi tata cara memasang jilbab yang baik agar tetap dapat tampil gaya dan tidak disebut kampungan,\" tegasnya.
Desi menambahkan banyak hal kegiatan yang telah dilakukan seperti kegiatan sosial, yakni bakti sosial, santunan baju layak pakai, uang tunai, kunjungan antara anggota yang mendapat musibah. \"Disini tidak dibatasi umur, profesi, ataupun kalangan, sehingga kekeluargaan hijabers terjalin erat dan baik, kegiatan yang rutin kami lakukan seperti buka bersama antar anak yatim dan kaum dhuafa,\" terangnya.
Wanita kelahiran 1981 tersebut juga mengajak para perempuan-perempuan yang ada di Kota Bengkulu untuk bergabung di Hijabers Bengkulu.(cw4).