TNI Ultimatum KKSB Segera Menyerah

Senin 10-12-2018,10:17 WIB
Reporter : Redaksi Terkini
Editor : Redaksi Terkini

Letak Bukit Kabo yang jadi lokasi pembantaian pekerja PT Istaka Karya, Aidi menjelaskan, jauh dari pemukiman Distrik Yigi. Jaraknya sekitar 4 sampai 5 kilometer. Saya pernah ke sana, tegasnya. Karena itu, dia sangsi apabila kontak senjata antara TNI Polri dengan KKSB menewaskan masyarakat sipil. Dapat dianalisa bahwa korbannya bukan warga sipil murni. Tapi, mungkin saja mereka adalah bagian pelaku pembantaian, tambah dia.

Berbagai pernyataan Sebby dinilai propaganda oleh TNI Polri. Termasuk di antaranya keterangan soal jatuhnya korban dari masyarakat sipil. Menurut Aidi, aparat TNI maupun Polri tahun betul mana yang menjadi target dan mana yang bukan target. Publik telah tahu semua. Bahwa mereka (KKSB) menyerang warga sipil. Pekerja yang sama sekali tidak mengancam mereka, bebernya.

Untuk itu, Aidi menyampaikan ultimatum dari instansinya. Kepada KKSB, hanya punya dua pilihan. Segera menyerah atau kami selesaikan. Ingat waktu terbatas, kata dia tegas. Dia pun meminta agar tidak ada lagi pihak yang menggangu pembangunan infrastruktur di Papua. Siapa pun yang mengganggu, sama saja membiarkan Papua tidak berkembang. Apalagi wilayah Penggunungan Tengah yang aksesnya masih serba susah.

Sementara itu, Aktivis Media Samuel Tabuni menuturkan bahwa ada sejumlah hal yang perlu diketahui dalam pembantaian terhadap pekerja. Yakni, masyarakat suku Nduga tidak pernah terlibat dan merencanakan pembunuhan pekerja proyek. Karena jalan trans Papua itu justru permintaan masayrakat Nduga, paparnya.

Kejadian tersebut sangat disesali, namun begitu bisa jadi ada peristiwa masa lalu yang menjadi alasannnya. Atau malah para bos dan pekerja jalan tidak bekerjasama. Mungkin juga faktor politis lainnya, urainya.

Menurutnya, penting untuk pembangunan di Papua melibatkan orang asli Papua. Jangan sampai pekerja luar didatangkan tanpa dukungan dari masyarakat lokal. Tentu pekerja luar tidak mengerti budaya dan bahasa masyarakat setempat, ini salah satu kunci suksesnya pembangunan, jelasnya.

Dia juga meminta pengejaran untuk tidak membabi buta hingga bisa jadi mengorbankan warga sipil. Kalau jatuh korban warga sipil, TNI dan Polri berarti sama dengan TPNPB-OPM, keluhnya.(idr/syn)

Tags :
Kategori :

Terkait